Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaan Puasa Arafah 2025

Desi Rossilawati
Minggu, 11 Mei 2025 | 11:30 WIB
Bagikan
Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaan Puasa Arafah 2025
VISI.NEWS | BANDUNG - Puasa Arafah adalah ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar. Menurut sebuah hadits puasa ini bisa menghapus dosa dua tahun, setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan puasa Arafah ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Qatadah RA. Redaksi hadits cukup panjang karena menceritakan jenis-jenis puasa dan keutamaannya. Di akhir hadits Rasulullah SAW bersabda, "...sedangkan puasa pada hari Arafah, aku memohon pada Allah agar puasa itu bisa menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.." (HR Muslim). Berikut redaksi hadits lengkapnya seperti dikutip dari Mukhtashar Shahih Muslim,

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ: رَجُلٌ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَيْفَ تَصُومُ فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَأَى عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ غَضَبَهُ قَالَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ غَضَبِ اللَّهِ وَغَضَبِ رَسُولِهِ فَجَعَلَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُرَدَّدُ هَذَا الْكَلَامَ حَتَّى سَكَنَ غَضَبُهُ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ الدَّهْرَ كُلَّهُ قَالَ لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ أَوْ قَالَ لَمْ يَصُمْ وَلَمْ يُفْطِرُ قَالَ كَيْفَ مَنْ يَصُومُ يَوْمَيْنِ وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ وَيُطِيقُ ذَلِكَ أَحَدٌ قَالَ كَيْفَ مَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ ذَاكَ صَوْمُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامِ قَالَ كَيْفَ مَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمَيْنِ قَالَ وَدِدْتُ أَنِّي طُوَّقْتُ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمٍ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: Dari Abu Qatadah RA, bahwasanya ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW lalu bertanya, "Bagaimana engkau berpuasa?" Rasulullah marah dengan pertanyaan lelaki itu. Ketika Umar melihat Rasulullah marah, ia berkata, "Kami rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi. Kami berlindung kepada Allah dari murka Allah dan murka Rasul-Nya."

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.