Ketapel, Mainan Tradisional yang Menginternasional
VISI.NEWS | BANDUNG - Ketapel, alat permainan tradisional yang berbentuk huruf Y dengan karet dan kulit sebagai pelontar batu, kini kembali digemari oleh banyak orang. Tidak hanya anak-anak, tetapi juga remaja dan dewasa yang tertarik untuk memainkan atau mengoleksi ketapel.
Ketapel dulunya digunakan sebagai alat berburu atau senjata perang oleh beberapa suku bangsa di Indonesia. Namun seiring perkembangan zaman, ketapel lebih banyak dimainkan sebagai hobi atau olahraga. Beberapa komunitas ketapel bahkan menggelar turnamen menembak sasaran dengan ketapel di tingkat daerah hingga nasional.
Salah satu komunitas ketapel yang aktif adalah Puma Solo Slingshot Club (PSSC) yang berbasis di Kota Solo, Jawa Tengah. Komunitas ini beranggotakan sekitar 50 orang yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai, hingga pengusaha.
"Kami mempopulerkan permainan ketapel sebagai olahraga yang menghibur dan mengasah konsentrasi. Kami juga sering mengadakan kegiatan sosial seperti bakti sosial, donor darah, atau mengajar anak-anak di panti asuhan," kata Ketua PSSC, Agus Setiawan, dalam wawancara dengan Suara.com.
Agus menambahkan, ketapel yang digunakan oleh anggota PSSC bukanlah ketapel biasa, tetapi ketapel yang sudah dimodifikasi dengan bahan dan desain yang lebih modern dan ergonomis. "Ketapel yang kami gunakan sudah menggunakan bahan seperti besi, alumunium, atau plastik. Karet dan kulitnya juga sudah berkualitas. Desainnya pun bermacam-macam, ada yang bentuknya seperti pistol, revolver, atau senapan," ujarnya.
Selain PSSC, komunitas ketapel lainnya yang cukup dikenal adalah Pegiat Ketapel Banjarmasin yang berada di Kalimantan Selatan. Komunitas ini juga rutin menggelar turnamen ketapel dengan berbagai kategori, seperti jarak, akurasi, atau kecepatan. "Kami ingin mengembangkan ketapel sebagai olahraga prestasi yang bisa mengharumkan nama daerah. Kami juga ingin melestarikan budaya ketapel sebagai permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan anak-anak masa kini," kata Sekretaris Pegiat Ketapel Banjarmasin, Rizky Fadillah, dalam wawancara dengan Banjarmasinpost.co.id.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!