Ketapel, Mainan Tradisional yang Menginternasional
Menurut Rizky, ketapel memiliki banyak manfaat, seperti melatih ketangkasan, keseimbangan, koordinasi mata dan tangan, serta kedisiplinan. "Ketapel juga bisa menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal alam dan lingkungan sekitar. Dengan bermain ketapel, mereka bisa belajar tentang tanaman, hewan, atau batu yang bisa dijadikan sasaran atau peluru," katanya.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) juga mengapresiasi keberadaan komunitas-komunitas ketapel yang berupaya melestarikan permainan tradisional ini. Melalui akun Instagram resminya, Kemendikbud Ristek mengajak masyarakat untuk mencoba membuat ketapel dari kayu sebagai salah satu cara mengisi waktu luang di masa pandemi.
"Ketapel merupakan permainan tradisional yang dimainkan secara sederhana. Pada era 1990-an, ketapel digunakan sebagai alat untuk berburu. Tetapi, seiring perkembangan zaman, ketapel hanya dijadikan permainan dan digunakan untuk belajar menembak sasaran," tulis Kemendikbud Ristek.
Kemendikbud Ristek juga memberikan tutorial cara membuat ketapel dari kayu yang mudah dan murah. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah kayu berbentuk huruf Y, karet ban dalam, kulit, dan gunting. Cara membuatnya adalah dengan mengikat karet pada ujung-ujung kayu, lalu memasang kulit di tengah-tengah karet sebagai tempat meletakkan batu. Setelah itu, ketapel siap digunakan untuk menembak sasaran.
Dengan adanya berbagai upaya untuk menghidupkan kembali ketapel sebagai permainan tradisional, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, bisa lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya bangsa. Ketapel bukan hanya sekadar mainan, tetapi juga sarana untuk mengasah kemampuan, mengembangkan kreativitas, dan menjalin kebersamaan.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!