Kesaksian Korban Selamat KM Virgo Ungkap Detik-detik Kapal Terbalik

Desi Rossilawati
Senin, 14 September 2026 | 16:46 WIB
Bagikan
Kesaksian Korban Selamat KM Virgo Ungkap Detik-detik Kapal Terbalik

KM Virgo Transport 8 yang mengalami insiden terbalik di Laut Jawa./visi.news/TNI AL.

VISI.NEWS - Isak tangis dan raut wajah lelah menyelimuti posko penanganan darurat Terminal Kedatangan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) malam.

Para korban selamat kecelakaan KM Virgo Transport 8 tampak beristirahat di ranjang darurat setelah berhasil dievakuasi dari perairan Laut Jawa. Kapal penumpang dan barang rute Surabaya-Banjarmasin itu mengalami kecelakaan dan dinyatakan hilang kontak pada Minggu dini hari.

Pantauan udara menggunakan helikopter Polri memperlihatkan KM Virgo Transport 8 dalam kondisi terbalik dan masih mengapung. Hanya sebagian kecil lambung bawah kapal yang terlihat di permukaan laut.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, membenarkan kondisi kapal tersebut saat memberikan keterangan di Posko SAR Pelabuhan Trisakti.

"Berdasarkan laporan dari helikopter yang turut melakukan pencarian, kapal belum dalam posisi tenggelam," ujar Dudy dalam keterangannya dikutip, Senin (14/9/2025).

Salah seorang korban selamat, Marsianus, warga asal Flores yang tinggal di Surabaya, menceritakan detik-detik mencekam ketika kapal terbalik sekitar pukul 02.00 WITA.

Saat kejadian, Marsianus sedang tertidur di ruang penyimpanan barang ekspedisi J&T Cargo yang dibawanya. Ketika kapal terbalik, ia langsung berusaha keluar dalam kondisi panik.

"Spontan. Panik langsung lari keluar spontan," ujar Marsianus.

Marsianus kemudian nekat melompat ke laut tanpa alat pengaman. Di tengah kegelapan malam, ia beruntung menemukan pelampung karet dan menggunakannya untuk bertahan sambil menunggu pertolongan.

"Bertahan di dalam pelampung karet sambil tunggu bantuan," katanya.

Menurut Marsianus, tidak ada instruksi maupun arahan dari kapten atau awak kapal ketika kepanikan terjadi. Para penumpang akhirnya berusaha menyelamatkan diri masing-masing.

"Iya, menyelamatkan diri semua," tutur Marsianus.

Meski berhasil selamat, Marsianus masih menunggu kabar mengenai kakaknya, Wilfredus (30), yang turut dalam pelayaran tersebut dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

"Belum dapat lihat," ucapnya penuh harap.

Kesaksian serupa disampaikan korban lainnya, Rinto Arahab (33). Pria asal Surabaya itu hendak menuju Kalimantan Tengah untuk bekerja di perusahaan sawit.

Rinto mengatakan dirinya sedang tidur setengah sadar ketika KM Virgo Transport 8 mulai oleng di tengah gelombang tinggi yang disebut mencapai lebih dari dua meter.

"Sedang tidur, Pak. Tapi tidak terlalu tidur, masih setengah sadar," kata Rinto.

Menyadari kondisi berbahaya, Rinto mengambil jaket dan berlari ke bagian atas kapal sebelum akhirnya melompat. Ia kemudian bertahan bersama sekitar 11 orang lainnya di lambung kapal yang terbalik.

Mereka terombang-ambing selama sekitar empat jam hingga bantuan datang.

"Sampai datangnya bantuan dari pihak Batubara, Pak. Itu kami terombang-ambing sekitar 4 jam," ungkap Rinto.

Rinto juga mengaku tidak mendapat peringatan darurat dari pihak kapal sebelum kapal terbalik.

"Enggak ada, Pak," tegasnya.

Kondisi tersebut membuat penumpang yang sebagian besar masih tertidur panik. Minimnya alat keselamatan juga membuat sejumlah korban berusaha mencari benda yang dapat digunakan untuk mengapung.

"Panik, Pak. Ada yang bawa meja, ada yang dorong," kenang Rinto.

Dalam musibah tersebut, Rinto kehilangan seluruh barang berharga dan telepon genggamnya. Ia berharap agen penyalur kerja di Semarang yang merekrutnya ikut bertanggung jawab.

"Harapan sih pihak yang merekrut kami itu bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Karena kami ke sini datangnya itu melalui pihak agensi," harapnya.

Proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8 berlangsung intensif sejak Minggu sore. Kapal MV Hai Da yang membantu menyelamatkan para korban berhasil sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sekitar pukul 18.00 WITA.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut membawa 69 korban dalam kondisi selamat.

"MV Hai Da, evakuasi 69 orang dalam kondisi selamat," kata Syafii.

Para korban yang tiba di Pelabuhan Trisakti langsung diarahkan ke pos penanganan untuk menjalani pemeriksaan fisik dan psikologis sebelum dipertemukan dengan keluarga.

Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah juga menyiapkan fasilitas kesehatan untuk penanganan lanjutan bagi korban yang membutuhkan perawatan.

"Korban yang sampai di pelabuhan dengan selamat akan diperiksa kondisinya, apabila perlu perawatan maka dirujuk ke enam rumah sakit yang sudah disediakan," jelas Dudy.

Berdasarkan data pemerintah hingga Minggu sore, terdapat 243 penumpang dan awak kapal di KM Virgo Transport 8.

Dari jumlah tersebut:

  • 107 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

  • 6 orang ditemukan meninggal dunia.

  • Lebih dari 100 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.

Terkait penyebab kecelakaan, BMKG melaporkan kondisi cuaca perairan pada awalnya secara umum dalam keadaan baik. Namun, perubahan cuaca buruk secara mendadak terjadi di tengah laut disertai gelombang tinggi yang kemudian menghempas KM Virgo Transport 8.

Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR di perairan Laut Jawa masih terus dilakukan untuk mencari para penumpang yang belum ditemukan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.