Kerusuhan Berdarah di Nepal: Gedung Pemerintah Dibakar, PM Oli Mengundurkan Diri
"Penerbangan terganggu karena visibilitas menurun," kata juru bicara bandara, Rinji Sherpa.
Pemicu: Larangan Media Sosial dan Ketimpangan Sosial
Akar dari aksi protes ini berasal dari kebijakan kontroversial pemerintah Nepal yang memblokir sejumlah platform media sosial populer seperti Facebook dan YouTube. Pemerintah berdalih, platform tersebut tidak terdaftar secara resmi dan tidak berada di bawah pengawasan otoritas Nepal.
Namun, langkah itu justru memicu gelombang kemarahan, khususnya dari kalangan Gen Z. Para pemuda Nepal menilai kebijakan itu sebagai bentuk pembungkaman, di tengah meningkatnya ketimpangan sosial. Kemarahan memuncak terhadap anak-anak pejabat yang dijuluki 'anak nepo' yang dinilai menikmati hidup mewah, sementara mayoritas anak muda kesulitan mendapatkan pekerjaan.
PM KP Sharma Oli Mundur
Di tengah situasi yang makin tidak terkendali, Perdana Menteri KP Sharma Oli akhirnya menyatakan mundur dari jabatannya pada Selasa (9/9/2025). Dalam surat resminya kepada Presiden Nepal, Ramchandra Paudel, Oli menyatakan keputusan tersebut diambil demi mendinginkan situasi dan mencari solusi politik yang sesuai dengan konstitusi.
"Mengingat situasi yang sulit di negara ini, saya telah mengundurkan diri efektif hari ini untuk memfasilitasi penyelesaian masalah dan membantu menyelesaikannya secara politis," tulis Oli.
PBB Desak Dialog, Dunia Prihatin
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!