Kertajati Percepat Transformasi, Bangkit atau Tenggelam?
Kondisi tersebut diperberat oleh penurunan populasi pesawat yang beroperasi di Indonesia pascapandemi. Situasi ini mendorong BIJB untuk melakukan diversifikasi bisnis ke sektor MRO dan logistik guna menjaga keberlangsungan usaha di tengah melemahnya bisnis penerbangan penumpang.
Sejumlah langkah strategis pun disiapkan, mulai dari pembangunan Aerospace Park seluas 84,2 hektare untuk menangkap peluang pasar perawatan pesawat—yang 46 persen di antaranya masih dilakukan di luar negeri—hingga usulan kebijakan Multi Airport System melalui pengalihan sebagian slot penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Kertajati. Restrukturisasi keuangan melalui konversi utang menjadi modal serta penguatan konektivitas darat dari Bandung Raya, Cirebon, hingga Jawa Tengah menjadi bagian dari pertaruhan besar agar Kertajati tidak sekadar bertahan, tetapi bangkit sebagai pusat ekonomi baru.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!