Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026

Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI

ED
PN
Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:46 WIB
Bagikan
Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI

VISI.NEWS - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, kembali mendapat peran strategis dalam pembangunan industri kedirgantaraan dan pertahanan nasional. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memastikan kawasan tersebut akan dikembangkan secara bertahap menjadi fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk pesawat tempur TNI Angkatan Udara.

Pengembangan ini menandai langkah baru pemerintah dalam memperkuat kemandirian pertahanan. Kertajati tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat perawatan pesawat angkut C-130 Hercules, tetapi juga diarahkan untuk memiliki kemampuan mendukung pemeliharaan pesawat tempur di masa mendatang.

Juru Bicara Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan pengembangan fasilitas MRO di Kertajati menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan perawatan pesawat militer yang lebih mandiri dengan mengandalkan tenaga teknis dalam negeri.

“Kertajati ke depan dikembangkan untuk memperkuat kemampuan pemeliharaan pesawat TNI AU, tidak hanya pesawat angkut seperti Hercules, tetapi secara bertahap juga diarahkan agar memiliki kemampuan mendukung pemeliharaan pesawat tempur,” kata Rico. 

Rencana tersebut menjadi penting karena kemampuan perawatan alutsista, terutama pesawat dengan teknologi tinggi, merupakan bagian tak terpisahkan dari kesiapan kekuatan pertahanan. Pesawat yang dimiliki suatu negara membutuhkan sistem pemeliharaan berkelanjutan, mulai dari perawatan rutin hingga perbaikan berat dan pembaruan teknologi.

Selama ini, ketergantungan terhadap fasilitas dan teknologi asing dapat membuat proses pemeliharaan membutuhkan koordinasi yang lebih panjang. Dengan pengembangan MRO di dalam negeri, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri nasional sekaligus membangun sumber daya manusia yang semakin terampil.

Dari Hercules Menuju Pesawat Tempur

Tahap pengembangan Kertajati saat ini masih berfokus pada pembentukan fasilitas MRO untuk pesawat angkut C-130 Hercules yang ditargetkan dapat melayani kebutuhan kawasan Asia.

Pengembangan MRO Hercules sendiri sebelumnya telah masuk dalam agenda pembangunan kawasan Kertajati sebagai pusat industri kedirgantaraan. Pemerintah melihat lokasi tersebut memiliki potensi untuk mendukung pengembangan ekosistem industri penerbangan dan pertahanan karena ketersediaan lahan serta infrastruktur pendukung.

Untuk MRO pesawat tempur, Kemenhan menegaskan rencana tersebut masih berada dalam arah pengembangan ke depan. Karena itu, pemerintah belum menetapkan secara rinci jenis pesawat tempur yang akan ditangani maupun skema operasional fasilitasnya.

“Untuk pesawat tempur ini masih merupakan arah pengembangan ke depan, sehingga belum pada tahap penetapan jenis pesawat atau skema MRO-nya,” ujar Rico. 

Artinya, pengembangan kemampuan MRO pesawat tempur akan dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan fasilitas, teknologi, sumber daya manusia, dan kebutuhan operasional TNI AU.

Keberadaan MRO dalam negeri dipandang memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan perbaikan pesawat. Penguasaan kemampuan pemeliharaan juga dapat memperluas pengetahuan teknis nasional, mendorong pengembangan industri komponen, serta membuka peluang transfer teknologi.

Kemenhan berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat memperkuat industri pertahanan nasional dan mendukung kesiapan alutsista secara berkelanjutan.

GMF dan PTDI Jadi Modal Kertajati

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyambut positif arah pengembangan Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat TNI AU. Ia optimistis industri dirgantara Indonesia telah memiliki modal dan kemampuan teknis untuk mengambil peran lebih besar dalam pemeliharaan pesawat militer.

Optimisme tersebut antara lain didasarkan pada keberhasilan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dalam melakukan pemeliharaan kelas berat pesawat Hercules. Menurut Sjafrie, kemampuan tersebut menunjukkan peningkatan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia industri dalam negeri.

Kemenhan memandang kemampuan teknis tersebut dapat menjadi salah satu fondasi pengembangan fasilitas MRO di Kertajati. PT GMF dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) disebut akan terlibat dalam pengembangan fasilitas tersebut. 

“Kita berupaya pengembangan kekuatan pertahanan ini kita tingkatkan dengan menggunakan kemampuan dari awak teknis yang berasal dari putra-putri bangsa Indonesia sendiri,” kata Sjafrie.

Langkah ini sekaligus memperkuat arah transformasi Kertajati menjadi kawasan industri kedirgantaraan. Sebelumnya, PTDI dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat telah menandatangani kerja sama untuk mengembangkan kawasan Kertajati sebagai hub industri kedirgantaraan, dengan relokasi fasilitas MRO sebagai salah satu tahapan awal. 

Pengembangan tersebut juga melengkapi fungsi Kertajati sebagai bandara. Pemerintah menegaskan aktivitas penerbangan haji dan umrah tetap dapat berjalan di tengah rencana pembangunan kawasan MRO dan industri kedirgantaraan. 

Dengan arah baru tersebut, Bandara Kertajati kini diproyeksikan memiliki fungsi yang lebih luas. Bukan hanya sebagai infrastruktur transportasi udara, tetapi juga sebagai salah satu simpul penting bagi pengembangan teknologi, industri, dan kemandirian pertahanan Indonesia.

Jika seluruh tahapan pengembangan berjalan sesuai rencana, Kertajati berpotensi menjadi salah satu pusat MRO militer strategis di Indonesia. Dari perawatan pesawat Hercules hingga kemampuan menangani pesawat tempur di masa depan, kawasan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan operasional TNI AU sekaligus memperbesar peran industri dan tenaga teknis Indonesia dalam menjaga kedaulatan teknologi pertahanan nasional. 

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.