Kerap ke Luar Negeri, Prabowo: Pak Jokowi Jarang Pergi Juga Disalahkan

Desi Rossilawati
Rabu, 10 Juni 2026 | 16:37 WIB
Bagikan
Kerap ke Luar Negeri, Prabowo: Pak Jokowi Jarang Pergi Juga Disalahkan

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menanggapi sorotan publik terkait frekuensi kunjungan luar negeri yang dilakukannya sejak menjabat sebagai kepala negara. Menurut Prabowo, kritik terhadap aktivitas luar negeri presiden bukan hal baru, karena pendahulunya, Joko Widodo, juga pernah mendapat kritik karena dinilai terlalu jarang melakukan kunjungan ke luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

"Jadi, ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan ya kan ‘Jokowi enggak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak peduli politik luar negeri’," kata Prabowo dalam keterangannya dikutip, Rabu (10/6/2026).

Prabowo kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan kritik yang kini diarahkan kepadanya karena dianggap terlalu sering melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Saya sering ke luar negeri, (dibilang) ‘Prabowo sering ke luar negeri’. Aneh. Sebenarnya tidak ada masalah gitu, bener enggak," lanjutnya.

Menurut Prabowo, dinamika geopolitik global saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Ia menilai kondisi dunia yang semakin kompleks menuntut Indonesia untuk aktif membangun komunikasi dan hubungan dengan berbagai negara.

"Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi prinsip Indonesia. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak berpihak pada blok atau pakta militer tertentu dan berupaya menjalin hubungan baik dengan semua negara.

"Begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif. 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," kata Prabowo.

Sebagai contoh, Prabowo menyebut dirinya memiliki hubungan baik dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, maupun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. Tapi enggak ada masalah," katanya.

Meski menghadapi berbagai kritik, Prabowo menegaskan fokus pemerintah tetap pada upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia.

"Noise selalu ada yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024, Prabowo Subianto tercatat telah melakukan sedikitnya 26 rangkaian perjalanan dinas luar negeri ke 29 negara. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.