Keracunan MBG Tertinggi di Jabar, Dedi Mulyadi Ambil 5 Langkah Perbaikan
4. Sanksi Tegas untuk Penyedia Nakal
Dedi menegaskan, nilai makanan MBG tidak boleh kurang dari Rp 10.000 per porsi. Jika ada penyedia yang mengurangi hak anak-anak, maka sanksi tegas akan diberikan.
“Kalau ada yang berani mengurangi hak anak-anak, maka konsekuensinya jelas, mulai dari sanksi administratif hingga proses hukum. Karena setiap rupiah dalam program ini adalah hak anak-anak, tidak boleh ada yang dipotong atau dialihkan,” ujarnya.
Ia memastikan, sanksi yang dijatuhkan bisa berupa peringatan administratif, penghentian kerja sama, hingga tindak pidana korupsi bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
5. MBG Jadi Stimulus Ekonomi Lokal
Selain untuk pemenuhan gizi, Dedi menekankan bahwa program MBG juga bisa menjadi penggerak ekonomi daerah. Dengan berkurangnya dana transfer pusat, alokasi anggaran MBG dapat membuka siklus keuangan baru di Jawa Barat.
"Melalui MBG, ada siklus keuangan baru dari APBN yang bisa masuk ke daerah. Ini penting supaya ekonomi lokal tetap bergerak," kata Dedi.
Ia mencontohkan, penggunaan bahan baku lokal hingga perekrutan tenaga kerja dari daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil di Jawa Barat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!