Kepala BGN Ungkapkan Alasan Susu Tak Diberikan Serentak di Program Makan Bergizi Gratis
VISI.NEWS | JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mengklaim tingkat impor yang masih tinggi menjadi alasan susu tidak diberikan secara serentak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kenapa susu tidak boleh diberikan serempak di seluruh Indonesia karena susu kita masih 80 persen impor," ujar Dadan dilansir dalam keterangan resminya dalam acara Rapimnas Pira Gerindra di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/1/2025).
Dadan mengaku tidak ingin program MBG menjadi penyebab tingkat impor makanan dan minuman di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan.
Oleh karena itu, Dadan mengaku ingin menu susu dalam program MBG bukan disuplai oleh produsen dari luar negeri melainkan dari produsen susu lokal.
"Kami ingin susunya berbasis sumber daya lokal jadi jangan sampai program ini meningkatkan impor juga," katanya.
Di sisi lain, Dadan mengklaim sebanyak 60% masyarakat Indonesia yang tidak mampu membeli ayam dan telur mengalami kekurangan gizi.
Dadan mengatakan, kondisi itu mendorong BGN membeli stok ayam dan telur sebagai bahan untuk memperbaiki gizi masyarakat.
"Kami beli itu ayam dan telor yang kelebihan itu kami salurkan kepada yang tidak mampu sehingga nanti kalau sudah berjalan ini rantai pasok itu harus kita pertimbangkan dengan benar jangan sampai kemudian terjadi impor," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!