Kenapa Harus Ada "Tugu Kujang Papasangan" di Gunung Bohong Cimahi ?
VISI.NEWS | CIMAHI - Gunung Bohong di Kota Cimahi merupakan salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjungi warga sekitar hingga luar Kota Cimahi, terlebih dengan adanya 'tugu kujang papasangan'.
Sesepuh Lingkar Alam (Kawargian Abah Alam) Adhitiya Alam Syah mengatakan, monumen gunung bohong itu dianggap sangat sakral terutama bagi anggota Brigif 15 Kujang II.
"Kenapa sangat sakral ya karena di puncak gunung itu merupakan tempat dilangsungkannya prosesi pembaretan berlambang Kujang," katanya.
"Dan kenapa dibangun monumen kujang pa pasangan, ya karena identik dengan budaya Sunda, jadi jelas korelasinya," sambungnya.
Dihubungi Minggu (20/11/22), salah seorang pemrakarsa pembangunan monumen tersebut menjelaskan, monumen tersebut tidak hanya sebagai upaya konservasi lingkungan hidup.
"Tidak sebatas konservasi akan tetapi juga sebagai pelestarian atau pemuliaan nilai-nilai filosofis berkenaan dengan kujang, yang sangat sakral bagi masyarakat Sunda," jelasnya.
Dari gunung inilah, lanjut Abah Alam, jiwa dan semangat kujang sebagai identitas budaya Sunda akan terpancar ke seluruh Nusantara, seiring dengan medan tugas pasukan Kujang I dan II.
"Tugas pasukan Kujang I dan II ini, dinilai tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Kodam 3 Siliwangi, Siliwangi adalah rakyat Jawa Barat (Jabar), rakyat Jabar adalah Siliwangi," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!