IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Kenapa Harus Ada "Tugu Kujang Papasangan" di Gunung Bohong Cimahi ?

ED
Minggu, 20 November 2022 | 10:59 WIB
Bagikan
Kenapa Harus Ada "Tugu Kujang Papasangan" di Gunung Bohong Cimahi ?

VISI.NEWS | CIMAHI - Gunung Bohong di Kota Cimahi merupakan salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjungi warga sekitar hingga luar Kota Cimahi, terlebih dengan adanya 'tugu kujang papasangan'.

Sesepuh Lingkar Alam (Kawargian Abah Alam) Adhitiya Alam Syah mengatakan, monumen gunung bohong itu dianggap sangat sakral terutama bagi anggota Brigif 15 Kujang II.

"Kenapa sangat sakral ya karena di puncak gunung itu merupakan tempat dilangsungkannya prosesi pembaretan berlambang Kujang," katanya.

"Dan kenapa dibangun monumen kujang pa pasangan, ya karena identik dengan budaya Sunda, jadi jelas korelasinya," sambungnya.

Dihubungi Minggu (20/11/22), salah seorang pemrakarsa pembangunan monumen tersebut menjelaskan, monumen tersebut tidak hanya sebagai upaya konservasi lingkungan hidup.

"Tidak sebatas konservasi akan tetapi juga sebagai pelestarian atau pemuliaan nilai-nilai filosofis berkenaan dengan kujang, yang sangat sakral bagi masyarakat Sunda," jelasnya.

Dari gunung inilah, lanjut Abah Alam, jiwa dan semangat kujang sebagai identitas budaya Sunda akan terpancar ke seluruh Nusantara, seiring dengan medan tugas pasukan Kujang I dan II.

"Tugas pasukan Kujang I dan II ini, dinilai tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Kodam 3 Siliwangi, Siliwangi adalah rakyat Jawa Barat (Jabar), rakyat Jabar adalah Siliwangi," ujarnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.