Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Inflasi Transportasi Juni 2026
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono./visi.news/ist.
Selain kelompok transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang inflasi bulanan dengan tingkat inflasi 0,20 persen dan andil sebesar 0,06 persen.
Komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok tersebut antara lain bawang merah sebesar 0,04 persen, bawang putih 0,03 persen, beras 0,02 persen, serta wortel, ikan segar, minyak goreng, cabai merah, daging sapi, dan cabai rawit yang masing-masing menyumbang 0,01 persen.
Berdasarkan komponen, seluruh komponen mengalami inflasi pada Juni 2026. Komponen harga diatur pemerintah menjadi penyumbang andil inflasi terbesar, yakni 0,27 persen dengan tingkat inflasi 1,41 persen. Selanjutnya, komponen inti memberikan andil inflasi 0,15 persen dengan tingkat inflasi 0,23 persen, sedangkan komponen bergejolak menyumbang andil 0,02 persen dengan tingkat inflasi 0,14 persen.
BPS juga mencatat inflasi bulanan terjadi di seluruh provinsi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara sebesar 2,45 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah yang masing-masing sebesar 0,23 persen.
Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,87 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 1,36 persen dengan tingkat inflasi 4,67 persen. Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang andil inflasi sebesar 0,69 persen dengan tingkat inflasi 10,10 persen.
Sementara berdasarkan komponen, seluruh komponen juga mengalami inflasi tahunan. Komponen inti memberikan andil inflasi terbesar, yakni 1,77 persen dengan tingkat inflasi 2,76 persen. Adapun komponen bergejolak memberikan andil inflasi sebesar 0,91 persen, sedangkan komponen harga diatur pemerintah menyumbang andil sebesar 0,66 persen.
Dari sisi kewilayahan, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi tercatat di Papua Pegunungan sebesar 7,84 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Sulawesi Barat sebesar 2,29 persen.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!