Kemeriahan Pasar Seni ITB
- Setelah vakum selama 11 tahun, pada 18-19 Oktober 2025, Pasar Seni ITB kembali di gelar. Ribuan pengunjung memadati ajang seni yang sudah berusia 53 tahun itu.
VISI.NEWS | BANDUNG - Festival seni bergengsi ini kembali hadir di Institut Teknologi Bandung (ITB) setelah vakum selama 11 tahun. Dalam kembalinya pada 18–19 Oktober 2025, Pasar Seni ITB 2025 mengusung tema “Setakat Leket: Laku, Temu, Laju” yang mengajak masyarakat bukan hanya menonton, tetapi turut merasakan dan menjalani — menjelajahi seni rupa, instalasi, performance, hingga bazar kreatif.
Gelaran ini menempati sejumlah titik utama di Kampus Ganesha, Bandung. Hari pertama digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) mulai pukul 09.00–17.00 WIB, serta hari kedua di sepanjang Jalan Ganesa dan sekitarnya mulai pukul 08.00–17.00 WIB.
Lebih dari sekadar pameran tradisional, acara turut menghadirkan lebih dari 250 tenant seni, kuliner, dan kreatif, ditambah lima panggung utama, belasan wahana interaktif, serta kontribusi lebih dari 30 komunitas dan seniman lintas generasi.
Panitia pra‑acara bahkan sudah mulai bergerak sejak Mei–September 2025 melalui program bertajuk Sinestesia: Merayakan Kembali, yang antara lain menghadirkan pameran “Kilas Balik – Lima Dekade Pasar Seni ITB” untuk memperkuat memori kolektif kaum seniman dan masyarakat terhadap festival ini.
Salah satu momen paling menarik adalah pembukaan hari pertama ketika rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, secara simbolis ikut meramaikan acara dengan menaiki kereta peti sabun dalam lomba yang turut menyemarakkan kampus.
Suasana di lokasi benar‑benar meriah: instalasi seni besar menghias jalanan kampus, pengunjung dari berbagai kalangan memenuhi stan‑stan kreatif, musik live dan performa seni jalanan mewarnai relasi antara seni dan publik. Kehadiran komunitas, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat menjadikan festival ini terasa inklusif dan hidup.
Dampak ekonomi dan sosial juga menjadi bagian penting dari misi acara. ITB menegaskan bahwa festival ini tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk mendorong industri kreatif Bandung hingga ke level nasional. “Bandung pun harus bisa merasakan dampak positif itu lewat Pasar Seni ITB,” ujar Wakil Rektor ITB.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!