Kemenkes Dorong Penguatan Fasilitas Rehabilitasi Medik Napza di Seluruh Indonesia

Desi Rossilawati
Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:00 WIB
Bagikan
Kemenkes Dorong Penguatan Fasilitas Rehabilitasi Medik Napza di Seluruh Indonesia

Pelayanan rehabilitasi napza di RSJD Atma Husada Mahakam Kaltim./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Kementerian Kesehatan menyoroti urgensi memperkuat kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan dalam rangka menyediakan rehabilitasi medik bagi penyalahguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) yang jumlahnya mencapai jutaan orang di Indonesia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, memaparkan bahwa prevalensi penyalahgunaan napza di kalangan penduduk berusia 15–64 tahun pada 2025 mencapai 2,11 persen. Jumlah penyalahguna napza dalam kelompok usia tersebut diproyeksikan naik dari sekitar 4,1 juta jiwa di tahun 2025 menjadi 4,6 juta jiwa pada 2026.

"Angka-angka ini menegaskan bahwa jutaan warga usia produktif terpapar risiko yang berdampak pada kesejahteraan keluarga dan produktivitas nasional, dengan porsi tertinggi pada kelompok usia 20–29 tahun dan sinyal bahaya berupa kenaikan kasus pada remaja di bawah 19 tahun yang memerlukan intervensi segera," katanya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Imran menjelaskan, dari sisi penyediaan layanan, Indonesia saat ini telah memiliki 1.494 fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di 35 provinsi sebagai tempat rujukan rehabilitasi medik napza bagi masyarakat. Namun demikian, cakupan layanan yang ada masih sangat jauh dari kebutuhan riil di lapangan.

Menurutnya, data 2025 menunjukkan puluhan ribu orang telah menerima layanan rehabilitasi medis napza, sementara estimasi jumlah orang yang memerlukan perawatan mencapai ratusan ribu hingga jutaan. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan signifikan dalam hal akses, kapasitas layanan, serta pembiayaan yang perlu segera ditangani.

Dalam konteks global, ia menambahkan, penggunaan narkoba terus mengalami peningkatan. Pada 2023, diperkirakan sekitar 316 juta orang berusia 15–64 tahun di seluruh dunia menggunakan narkoba, dengan adanya pergeseran pasar.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.