Kemendikti Pantau Perguruan Tinggi NTT Pascagempa M7,7
Kemdiktisaintek menyatakan terus memantau kondisi perguruan tinggi dan sivitas akademika di NTT yang terdampak dari bencana gempa bumi, Sabtu (15/8/2026)./visi.news/Kemdiktisaintek.go.id.
Kemendikti Saintek mengapresiasi respons perguruan tinggi yang turut membantu masyarakat terdampak. Akses menuju sejumlah wilayah masih sulit dijangkau sehingga koordinasi dan penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Mahasiswa KKN Turut Mendapat Perhatian
Kemendikti Saintek juga memberikan perhatian kepada mahasiswa yang sedang menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah terdampak gempa.
Sebanyak 61 mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berada di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Mereka dilaporkan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi bersama warga menuju wilayah yang lebih aman.
Perhatian juga diberikan kepada mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN Tahun 2026.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi,” Brian menegaskan.
Kemendikti Saintek mengingatkan keselamatan mahasiswa dan tenaga pendidik harus menjadi pertimbangan utama sebelum pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan di wilayah yang fasilitasnya belum dinyatakan aman.
"Perguruan tinggi dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh atau metode pembelajaran alternatif apabila kondisi jaringan dan infrastruktur memungkinkan, melakukan penyesuaian jadwal, serta menunda kegiatan akademik yang mengharuskan siswa berada di lokasi yang belum aman," dikutip dari situs Kemendikti Saintek.
"Penyesuaian juga dapat diberikan terhadap perkuliahan, praktikum, ujian, tugas akhir, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya agar mahasiswa tidak dirugikan akibat kondisi kedaruratan," imbuh Kemendikti Saintek.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!