Kemenag: Judi Online Sebabkan Depresi hingga Perceraian, Perlu Edukasi Serius
"Dari data konsultasi Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) serta KUA, banyak istri yang mengadukan suaminya terlibat judi online. Akibatnya, tidak sedikit istri yang harus menanggung dampak perbuatan suaminya tersebut, hingga berhutang bahkan menggunakan jasa pinjaman online untuk menutupi kekurangan biaya sehari-hari," paparnya.
Anwar juga menyoroti bahwa masalah ekonomi turut menyumbang penurunan angka pernikahan tiap tahun. Ia mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, angka perkawinan terus menurun. "Biasanya per tahun mencapai angka 2 juta peristiwa nikah, namun tahun 2023 ini turun 25 persen, hanya 1,5 juta peristiwa nikah," ungkapnya.
Masyarakat, lanjut Anwar, mulai menunda menikah karena kondisi ekonomi yang menyebabkan rasa khawatir untuk membangun rumah tangga. Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh penghulu dan penyuluh untuk mengampanyekan dan memberikan bimbingan penguatan keluarga serta perilaku yang bisa merugikan keluarga, seperti judi online ini.
"Kami berharap, dengan adanya materi pencegahan judi online dalam bimbingan dan penyuluhan agama, masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya dan dampak negatif dari judi online, sehingga dapat menjaga keutuhan dan kesejahteraan keluarga mereka," pungkas Anwar, yang juga merupakan peraih penghargaan Kepala KUA Teladan Nasional Pertama tahun 2008.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!