Kemenag Berkomitmen Beri Afirmasi Pembelajar Al-Quran
Hal itu menurut dia tidak terlepas dari inovasi para pembejalar Al-Quran. Beragam metode terus dikembangkan.
“Bahkan ada metode yang tidak ditemukan di negara-negara Islam sekalipun,” terangnya.
Waryono optimis bahwa pembelajaran Al-Quran tidak akan hilang dari Nusantara. Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.
“Selain afirmasi dan bantuan, PR kita bagaimana ke depan dapat menata dengan baik sekaligus memberikan fasilitasi untuk pembelajar Al-Quran, agar mereka tidak sibuk dengan hal-hal yang bersifat administratif sehingga seringkali kehilangan substansi,” tandasnya. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!