Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 Digelar di Sukabumi, Diikuti 5.400 Peserta
Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 yang digelar di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi./visi.news/Andri.
“Pertama, kenapa tempatnya di Sukabumi? Karena Sukabumi ini bagi PUI adalah tempat yang paling bersejarah setelah Majalengka,” ujar Raizal.
Dua tokoh pendiri PUI, KH Ahmad Sanusi dan Mr R Samsudin, juga tercatat sebagai anggota BPUPKI. Karena itu, pemilihan Sukabumi sekaligus menjadi momentum bagi PUI untuk menyapa dan melakukan konsolidasi dengan sekolah-sekolah PUI.
PUI juga tengah mendorong pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Mr R Samsudin. Raizal menilai tokoh tersebut memiliki jasa besar dalam sejarah PUI maupun perjuangan bangsa Indonesia.
Dalam sejarah PUI, Mr R Samsudin disebut memiliki peran penting dalam mempertemukan KH Ahmad Sanusi dengan KH Abdul Halim.
“Kalau Mr R Samsudin ini memiliki jasa-jasa. Pertama, kalau di PUI beliau yang kemudian menghubungkan KH Ahmad Sanusi dengan KH Abdul Halim. Jadi ada dua perbincangan dari KH Abdul Halim dengan KH Ahmad Sanusi untuk menyatukan dua organisasi. Dan ketika KH Ahmad Sanusi wafat duluan, beliau menitipkan satu surat kepada KH Abdul Halim, dan beliau menyampaikan isi suratnya adalah untuk memfusikan organisasi yang ada di Sukabumi dengan di Majalengka," ujarnya.
Selain kiprahnya dalam sejarah PUI, Mr R Samsudin memiliki rekam jejak dalam pemerintahan dan diplomasi Indonesia. Ia tercatat sebagai anggota BPUPKI, pernah menjabat Wakil Perdana Menteri II, serta pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Pakistan.
“Pertama, beliau adalah anggota BPUPKI. Yang kedua, beliau juga pernah menjadi Wakil Perdana Menteri II. Ketiga, beliau pernah menjadi Dubes di Pakistan. Sehingga menurut saya positioning-nya cukup kuat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!