Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 Digelar di Sukabumi, Diikuti 5.400 Peserta

Desi Rossilawati Andri Somantri
Kamis, 3 September 2026 | 21:27 WIB
Bagikan
Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 Digelar di Sukabumi, Diikuti 5.400 Peserta

Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 yang digelar di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi./visi.news/Andri.

VISI.NEWS - Ribuan peserta mengikuti Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 yang digelar di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi. Mereka datang dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, serta perwakilan dari Sumatera Utara.

Ketua Streering Commite Irfan Ahmad Fauzi menuturkan peserta berasal dari berbagai unsur keluarga besar PUI, mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar hingga SMA/SMK, mahasiswa PUI, pemuda PUI, guru, hingga jajaran pengurus dan tokoh PUI. Total peserta mencapai 5.400 orang.

"Antusiasme keluarga besar PUI untuk hadir cukup besar. Jumlah peserta yang hadir pada kesempatan kali ini ada 5.400 orang yang terdiri dari berbagai wilayah," ujar Irfan.

Irfan menyatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam kegiatan karena merupakan Kakak Asuh keluaraga besar PUI.

"Biasanya di Pramuka itu dipanggil Kakak. Dan hari ini, Bapak Kapolri hadir ke sini sebagai Kakak Asuh seluruh keluarga besar Persatuan Umat Islam," ujarnya.

Sementara itu, ketua Umum DPP PUI sekaligus Majelis Pembimbing Satuan Komunitas Nasional Pramuka PUI Raizal Arifin menjelaskan kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 September 2026. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) pada 2 September, dilanjutkan Apel Kebangsaan pada 3 September, kemudian ditutup pada 4 September.

“Di sini sampai tanggal 4. Kita sudah laksanakan dari tanggal 2, kemarin dibuka oleh dari Kwarnas, kemudian hari ini Apel Kebangsaan, dan besok penutupan,” ucapnya.

Raizal mengatakan, Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 juga digelar sebagai upaya membina generasi muda di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

“Tujuannya adalah yang pertama, kita tahu generasi muda saat ini mengalami tantangan yang tidak mudah. Era digital, kemudian banyak sekali hal-hal negatif,” katanya.

Melalui kegiatan Pramuka, PUI ingin membangun karakter generasi muda agar lebih disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Raizal menuturkan, PUI mengharapkan kegiatan tersebut menghasilkan generasi muda yang memiliki ketahanan dalam menghadapi dinamika dan tantangan global. Hal itu sejalan dengan semangat Ishlahus Samaniyah dan Ishlahut Tarbiyah yang menjadi bagian dari pembinaan PUI.

“PUI ini memiliki Ishlahus Samaniyah. Ishlahus Samaniyah ini adalah Ishlahut Tarbiyah, yaitu bagaimana kemudian kita melakukan pembinaan kepada generasi muda agar mereka lebih bisa imun menghadapi dinamika dan tantangan global saat ini, sehingga mereka bisa jauh dari pinjol dan seterusnya,” tuturnya.

Sukabumi dan Sejarah PUI

Lebih lanjut dia menegaskan alasan Sukabumi dipilih sebagai lokasi Kemah Nasional Pramuka PUI 2026. Menurutnya, Sukabumi memiliki nilai sejarah penting bagi PUI setelah Majalengka.

PUI didirikan oleh tiga tokoh, yakni KH Abdul Halim dari Majalengka, KH Ahmad Sanusi, dan Mr R Samsudin yang memiliki kiprah penting di Sukabumi.

“Pertama, kenapa tempatnya di Sukabumi? Karena Sukabumi ini bagi PUI adalah tempat yang paling bersejarah setelah Majalengka,” ujar Raizal.

Dua tokoh pendiri PUI, KH Ahmad Sanusi dan Mr R Samsudin, juga tercatat sebagai anggota BPUPKI. Karena itu, pemilihan Sukabumi sekaligus menjadi momentum bagi PUI untuk menyapa dan melakukan konsolidasi dengan sekolah-sekolah PUI.

PUI juga tengah mendorong pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Mr R Samsudin. Raizal menilai tokoh tersebut memiliki jasa besar dalam sejarah PUI maupun perjuangan bangsa Indonesia.

Dalam sejarah PUI, Mr R Samsudin disebut memiliki peran penting dalam mempertemukan KH Ahmad Sanusi dengan KH Abdul Halim. 

“Kalau Mr R Samsudin ini memiliki jasa-jasa. Pertama, kalau di PUI beliau yang kemudian menghubungkan KH Ahmad Sanusi dengan KH Abdul Halim. Jadi ada dua perbincangan dari KH Abdul Halim dengan KH Ahmad Sanusi untuk menyatukan dua organisasi. Dan ketika KH Ahmad Sanusi wafat duluan, beliau menitipkan satu surat kepada KH Abdul Halim, dan beliau menyampaikan isi suratnya adalah untuk memfusikan organisasi yang ada di Sukabumi dengan di Majalengka," ujarnya.

Selain kiprahnya dalam sejarah PUI, Mr R Samsudin memiliki rekam jejak dalam pemerintahan dan diplomasi Indonesia. Ia tercatat sebagai anggota BPUPKI, pernah menjabat Wakil Perdana Menteri II, serta pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Pakistan.

“Pertama, beliau adalah anggota BPUPKI. Yang kedua, beliau juga pernah menjadi Wakil Perdana Menteri II. Ketiga, beliau pernah menjadi Dubes di Pakistan. Sehingga menurut saya positioning-nya cukup kuat,” pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.