Kelurahan Pasawahan Torehkan Sejarah Baru: Raih Penghargaan Anugerah Gapura Sri Baduga
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Kelurahan Pasawahan torehkan sejarah baru raih penghargaan 'Pinunjul Katilu' Anugerah Gapura Sri Baduga pada akhir Desember 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh Provinsi Jawa Barat ini, Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung mendapatkan hadiah Rp6 miliar.
Sebelumnya, Kelurahan Pasawahan raih juara 1 Anugerah Gapura Sri Baduga Kelurahan Tingkat Kabupaten Bandung pada November 2025 dengan hadiah Rp300 juta.
Dua penghargaan berturut-turut yang diraih Kelurahan Pasawahan ini pada masa kepemimpinan Lurah Gandung Audi selama lima bulan. Setelah sebelumnya, Kelurahan Pasawahan tidak mengikuti kegiatan lomba tersebut.
Dua penghargaan yang diraih Kelurahan Pasawahan ini setelah sebelumnya mengedepankan berbagai inovasi dan terobosan dalam peningkatan kepada kepada masyarakat. Inovasi ini dilaksanakan secara konkrit di lapangan, sehingga memenuhi kriteria penilaian Kelurahan Pasawahan mendapatkan penghargaan Anugerah Gapura Sri Baduga.
"Alhamdulillah selama lima bulan saya bertugas jadi Lurah Pasawahan, bisa meraih juara 1 Anugerah Gapura Sri Baduga Kelurahan Tingkat Kabupaten Bandung 2025. Dan juara 3 (Pinunjul Katilu) Anugrah Gapura Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025," ujar Gandung Audi di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).
Ia mengatakan prestasi membanggakan yang diraih Kelurahan Pasawahan ini, setelah sebelumnya bersaing dengan sekitar 662 kelurahan di Jawa Barat dari total 663 kelurahan di Jawa Barat.
"Dua penghargaan yang diraih Kelurahan Pasawahan dari mulai tingkat Kabupaten Bandung dan Provinsi Jawa Barat ini berkat kerja keras dan kerja sama dari masyarakat sekitar dan juga para pegawai di lingkungan Kelurahan Pasawahan," tutur Gandung Audi.
Prestasi membanggakan yang diraih Kelurahan Pasawahan ini bukan tanpa sebab. Tentunya ada langkah-langkah strategis dan inovasi serta proses kinerja yang dilaksanakan Pemerintah Kelurahan Pasawahan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Ini dibuktikan dengan banyaknya inovasi di Kelurahan Pasawahan dalam mengatasi berbagai masalah di lapangan yang dilakukan secara nyata. Mulai dari persoalan banjir, pengelolaan sampah, penurunan angka stunting, mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Gandung Audi menjelaskan bagaimana meminimalisir persoalan banjir yang terjadi di Kelurahan Pasawahan. Langkah yang dilakukan ketika terjadi banjir, pemerintah kelurahan cepat respon atau gerak cepat ke lapangan. Kemudian di lingkungan RW yang terdampak banjir ada 'RW Siaga Bencana'. Kemudian, RW setempat sudah punya fasilitas sendiri untuk penanganan banjir, selain evakuasi mandiri.
"RW juga sudah punya dapur umum sendiri, sehingga tidak tergantung ke BPBD untuk penanganan banjir," ujarnya.
Selain penanganan banjir, kata Gandung Audi, penanganan sampah di Kelurahan Pasawahan sudah dilakukan melalui TPS Terpadu. Di TPS Terpadu tak hanya membakar sampah, tetapi dari sampah dikelola menjadi pupuk organik.
Pemerintah Kelurahan Pasawahan juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ayam petelur, ikan lele, yang saat ini sudah memberikan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat. Termasuk budidaya ayam kampung.
Pemerintah Kelurahan Pasawahan juga berusaha untuk melakukan inovasi dalam penanganan stunting.
"Untuk menekan angka stunting dengan cara memberikan bantuan pemenuhan gizi atau nutrisi makanan setiap bulannya," ungkapnya.
Dikatakan Gandung Audi, untuk menekan angka stunting diawali dari upaya pencegahan pada ibu hamil. Dipastikan ibu hamil dalam kondisi sehat dan terpenuhi asupan gizi makanannya.
"Ibu hamil diberikan bantuan susu, multivitamin, selain pemerintah terus melaksanakan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya penanganan stunting," ungkapnya.
Untuk mengurangi angka pengangguran, ia menyebutkan pemerintah kelurahan melaksanakan pendidikan dan pelatihan ketenagakerjaan. Pemerintah kelurahan juga turut mengimbau perusahaan yang ada di Kelurahan Pasawahan untuk melakukan penyerapan tenaga kerja usia produktif warga setempat.
"Penyerapan tenaga kerja dilakukan oleh masing-masing perusahaan yang ada di setiap RW. Termasuk RW juga menjalin kemitraan dengan perusahaan untuk pemenuhan tenaga kerja, selain kemitraan dalam pengelolaan limbah atau barang bekas yang memiliki nilai ekonomis," ujarnya.
Gandung Audi menuturkan Pemerintah Kelurahan Pasawahan fokus juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu bantuan sosial dari pemerintah tepat sasaran kepada para penerima manfaat.
Lebih lanjut Gandung Audi mengatakan bahwa miliaran rupiah hadiah yang diraih Kelurahan Pasawahan ini, akan digunakan untuk kebermanfaatan masyarakat setempat yang mencapai 10.628 jiwa.
"Nantinya akan digunakan untuk penanganan banjir, di antaranya untuk membangun rumah pompa di titik rawan genangan air dan airnya disalurkan ke Sungai Citarum. Selain itu, digunakan untuk pengelolaan sampah, di antaranya untuk membeli mesin insinerator dan dump truk untuk mengangkut sampah. Dengan harapan penanganan sampah selesai di kelurahan," jelasnya.
Menurutnya, anggaran yang bakal diterima dari kabupaten dan provinsi itu akan digunakan untuk peningkatan pelayanan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat.
"Kemudian akan digunakan untuk pengadaan mobil ambulance, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Gandung Audi menegaskan seluruh besaran hadiah Anugerah Gapura Sri Baduga akan dikembalikan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
"Di antaranya untuk pembiayaan budidaya ayam petelur, kambing, domba, dan bibit ikan supaya masyarakat bisa mengelola dan punya penghasilan untuk meningkatkan ekonomi," pungkasnya. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!