Kejari Depok Selidiki Dugaan Korupsi Manipulasi Rapor di SMPN 19
"Ini kan memang masalah zonasi yang membuat ini bisa terjadi. Ya mudah-mudahan ke depan, Depok bisa lebih baik lagi dalam memiliki sekolah negeri baik SMP negeri maupun SMA negeri," kata Imam kepada wartawan.
Imam mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menghadapi kesulitan dalam penyediaan sekolah negeri. Pemkot berencana untuk membangun beberapa sekolah negeri baik di tingkat SMP maupun SMA.
"Kita pemerintah ini kan karena kesulitan kita dalam sekolah negeri ya insyaallah ke depan kita akan bangun beberapa sekolah negeri, baik SMP Negeri maupun SMA Negeri. Walaupun bukan kewenangan kami kalau nanti memang dibutuhkan oleh masyarakat," jelasnya.
Imam juga berharap Pemkot Depok dapat memberikan lahan dan membangun gedung sekolah negeri jika Pemerintah Provinsi tidak mampu melakukannya.
"Mudah-mudahan kami bisa carikan jalan keluar sama seperti kemarin kami membangun madrasah negeri, tsanawiyah negeri kami berikan hibah kepada Kementerian Agama. Mudah-mudahan kalau provinsi nggak bisa ngebangun sekolah SMA negeri, SMK negeri di Kota Depok. Mudah-mudahan kami nanti bisa siapkan lahannya, kami bisa siapkan gedungnya, sehingga pengelolaannya oleh provinsi," jelas Imam.
Terkait permasalahan di SMPN 19, Imam menyatakan bahwa guru-guru di sekolah tersebut akan diperiksa untuk memberikan keterangan terkait kasus manipulasi rapor ini.
"Ya pasti (guru-guru diperiksa) dalam sesuatu masalah, semuanya akan ada koordinasi dan ada tabayun lah ya, bagaimana kita memanggil mereka untuk bisa dimintakan keterangan," tuturnya.
Imam menegaskan bahwa Pemkot Depok akan berjuang agar anak-anak tetap mendapatkan prioritas dalam pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta, dengan memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!