Keistimewaan Hari Jum'at: Waktu Mustajab, Ampunan, dan Cahaya Iman
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 28 Agustus 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Hari Jum'at memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Disebut sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu segala hari, Jum'at diyakini menyimpan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki hari lain. Dalam sejumlah riwayat dan literatur keislaman, Jum'at disebut sebagai hari raya mingguan bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Beberapa keutamaan Jum'at antara lain menjadi hari penciptaan Nabi Adam, hari dimulainya sejarah besar umat manusia, sekaligus waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW menegaskan, tidak ada seorang hamba yang memanjatkan doa pada waktu tertentu di hari Jum'at kecuali Allah akan mengabulkannya, selama tidak meminta sesuatu yang dilarang.
Selain itu, Jum'at menjadi momentum istimewa dengan diwajibkannya shalat Jum'at bagi kaum Muslim laki-laki. Al-Qur’an surat Al-Jumu’ah ayat 9 menegaskan perintah untuk segera menuju zikir Allah dan meninggalkan jual beli ketika azan Jum'at dikumandangkan. Rasulullah SAW juga memperingatkan, siapa yang tiga kali berturut-turut meninggalkan shalat Jum'at tanpa uzur, hatinya akan dikunci oleh Allah.
Hari Jum'at juga dipenuhi peluang ampunan. Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan, siapa yang mandi, berhias, lalu khusyuk mendengarkan khutbah dan melaksanakan shalat Jum'at dengan benar, maka dosanya diampuni hingga Jum'at berikutnya.
Amalan sunnah yang dianjurkan pada hari ini antara lain membaca Surah Al-Kahfi, yang diyakini akan memberikan cahaya hingga Jum'at berikutnya. Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, terutama menjelang Maghrib, karena diyakini itulah waktu yang paling mustajab.
Dengan segala keutamaannya, Jum'at bukan sekadar pergantian hari, tetapi momentum spiritual untuk memperbarui diri, memperbanyak amal kebaikan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
@ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!