Keharmonisan Antarumat Beragama Bukti Toleransi di Kota Bandung
ED
Editor
Fendy Sy Citrawarga
Sabtu, 20 November 2021 | 15:01 WIB
VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, bersyukur semangat toleransi di Kota Bandung sangat tercermin dalam kehidupan beragama di Kota Bandung. Hal tersebut terbukti dengan kehidupan beragama yang harmonis di Kota Bandung selama ini.
Itu terlihat dari sikap saling menghargai antar pemeluk agama yang menjadi bukti pengamalan nilai-nilai agama. Sehingga pembangunan di Kota Bandung pun dapat berjalan dengan kondusif.
"Sikap tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan menjadi hal yang pokok dalam mewujudkan visi Kota Bandung yang Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis," ucap wakil wali kota pada kegiatan Tadarus Al Quran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara virtual, Jumat (19 November 2021), seperti dilansir humasbandung.go.id.
Menurut wakil wali kota, di masa pandemi Covid-19 ini, kepedulian terhadap sesama harus terus dipupuk. Banyak warga Kota Bandung yang mengalami kesulitan ekonomi sebagai dampak dari wabah yang berkepanjangan.
"Selain itu, sebagai seorang Muslim, kita memiliki kewajiban saling tolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan untuk kebaikan bersama kita selalu mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.
Wakil wali kota juga memyampaikan kegiatan Tadarus Al Quran di masa pandemi Covid-19 bagi ASN di lingkungan Pemkot Bandung saat ini sudah berjalan ke-17 kali sejak dibuka Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada 9 Juli 2021.
Sesuai arahan Wali Kota Bandung, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin sebagai salah satu bentuk pembinaan ASN Kota Bandung.
"Khususnya untuk lebih mencintai dan mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran yang terkandung dalam Al Quran melalui kegiatan tadarus. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang saling membantu mewujudkan kebaikan dan ketakwaan," harapnya.
"Nilai-nilai kandungan Al Quran yang dikaji pada setiap acara tadarus, menggambarkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Sehingga upaya tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan bagi seorang Muslim sebagai suatu keharusan," tambahnya.
Sementara itu, KH. Dr. Saiful Islam Mubarak menyampaikan, Muslim harus berjuang menjadi kelompok yang disebut Al-Mu'minun, karena kriterianya tidak dimiliki sembarang manusia.
"Di antaranya ketika mendengar sebutan nama Allah, kalbunya langsung bereaksi. Mari kita berjuang untuk memanfaatkan kalbu saat mendengar firman Allah," ujarnya.
"Allah disebut namanya, sifatnya, kekuasaanNya, kita respons dengan kalbu sebelum akal dan perasaan merespons. Maka kalbu lebih dahulu. Bila kalbu sudah duluan merespons, maka semuanya akan ikut merespons," imbuhnya.
Ia pun menyampaikan ayat-ayat dalam Al Quran dapat memberi tambahan iman meski hanya mendengar, terlebih jika membacanya dengan melibatkan mata dan mengucap dengan lisan.
"Dan apabila telah dibacakan ayat-ayatnya, suaranya terdengar, dan bacaannya tidak tahu kapan berlangsung, siapa yang membacanya tapi masih ada bekas bacaan terdengar oleh muminin, maka ayat tersebut memberi tambahan iman," ucapnya. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!