Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dinilai Bukan Sekadar Human Error

Desi Rossilawati
Senin, 4 Mei 2026 | 13:58 WIB
Bagikan
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dinilai Bukan Sekadar Human Error

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | BEKASI - Mantan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Riza Primadi menilai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat tidak semata disebabkan oleh kelalaian individu (human error).

Riza menegaskan bahwa karakteristik kereta api jarak jauh yang memiliki bobot besar dan membutuhkan jarak pengereman panjang menjadi faktor penting dalam memahami kecelakaan ini.

“Jika nggak ngerem bisa lebih dari dua sampai tiga kereta KRL yang bakal diseruduk,” ujarnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa upaya pengereman telah dilakukan, sehingga penyebab tidak bisa disederhanakan sebagai kelalaian masinis.

Lebih jauh, ia menyoroti penggunaan jalur yang sama untuk dua jenis kereta dengan karakteristik berbeda, yaitu kereta api jarak jauh dan KRL. Perbedaan pola kecepatan dan pemberhentian dinilai meningkatkan risiko operasional.

“Pada prinsipnya secara operasional perjalanan KA dengan mencampur dua jenis KA yang berbeda (KAJJ dan KRL) sangat berpotensi terjadinya KKA,” ucapnya.

Dalam konteks ini, kecelakaan di Bekasi Timur mencerminkan potensi kegagalan sistem yang belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kompleksitas lalu lintas kereta. Pengelolaan jalur yang padat dengan variasi kecepatan tinggi menjadi tantangan yang memerlukan solusi struktural.

Di sisi lain, pengamat transportasi Ki Darmaningtyas menawarkan perspektif teknologi sebagai bagian dari solusi. Ia menilai penerapan sistem berbasis GPS dapat meningkatkan keselamatan dengan memberikan informasi kondisi jalur secara real time kepada masinis.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.