Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026

Kebiasaan Tidur Larut Malam: 5 Dampak Serius pada Berat Badan yang Perlu Diwaspadai

Desi Rossilawati
Rabu, 18 Februari 2026 | 15:06 WIB
Bagikan
Kebiasaan Tidur Larut Malam: 5 Dampak Serius pada Berat Badan yang Perlu Diwaspadai

VISI.NEWS | BANDUNG - Kebiasaan tidur larut malam semakin umum terjadi di tengah gaya hidup modern dan terbukti berdampak pada berat badan. Dokter menjelaskan bahwa pola tidur yang terlalu malam dapat mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan rasa lapar, serta memperlambat metabolisme tubuh. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik.

Aktivitas digital, pekerjaan dengan sistem shift, hingga kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur membuat banyak orang sulit mempertahankan jam istirahat ideal. Pergeseran waktu tidur ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya terhadap sistem biologis cukup signifikan.

Kebiasaan Tidur Larut Malam dan Ritme Sirkadian

Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun. Saat seseorang mempertahankan kebiasaan tidur larut malam, ritme alami tersebut menjadi terganggu.

Gangguan ini memengaruhi produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh memasuki fase tidur dalam. Tanpa tidur berkualitas, proses pemulihan metabolik tidak berjalan optimal.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit tidak menular dan gangguan metabolik. Informasi lebih lanjut tersedia di https://www.kemkes.go.id

Dampak pada Hormon Lapar

Kurang tidur akibat pola istirahat yang tidak teratur memengaruhi hormon leptin dan ghrelin. Leptin berfungsi memberi sinyal kenyang, sedangkan ghrelin merangsang rasa lapar.

Saat waktu tidur berkurang, kadar leptin menurun dan ghrelin meningkat. Akibatnya, seseorang cenderung merasa lapar lebih sering dan memilih makanan tinggi kalori, terutama pada malam hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat hubungan antara kurang tidur dan peningkatan risiko obesitas. Referensi kesehatan global dapat diakses melalui:
https://www.who.int

Pengaruh terhadap Metabolisme

Selain memengaruhi nafsu makan, kebiasaan tidur larut malam dapat menurunkan sensitivitas insulin. Insulin berperan penting dalam mengatur kadar gula darah dan penyimpanan energi.

Ketika sensitivitas insulin menurun, tubuh lebih mudah menyimpan energi dalam bentuk lemak. Dalam jangka panjang, tidur terlalu malam dapat mempercepat kenaikan berat badan meskipun asupan kalori tidak meningkat drastis.

Metabolisme yang melambat juga membuat pembakaran kalori menjadi kurang efisien, terutama jika aktivitas fisik berkurang akibat rasa lelah di siang hari.

Pola Makan Tengah Malam

Orang yang terbiasa tidur lewat tengah malam biasanya memiliki waktu makan yang lebih panjang dalam sehari. Mereka cenderung mengonsumsi camilan tambahan sebelum tidur.

Makan mendekati waktu istirahat membuat tubuh menyimpan lebih banyak energi karena tidak ada aktivitas fisik setelahnya. Jika pola ini terus berlangsung, surplus kalori menjadi faktor utama kenaikan berat badan.

Dampak Psikologis

Kurangnya waktu istirahat juga berdampak pada kondisi emosional. Individu yang sering tidur terlalu malam lebih rentan mengalami stres dan gangguan suasana hati.

Stres kronis meningkatkan produksi hormon kortisol yang mendorong penumpukan lemak, khususnya di area perut. Dalam beberapa kasus, kondisi ini memicu kebiasaan makan berlebihan sebagai respons terhadap tekanan emosional.

5 Dampak Serius yang Perlu Diwaspadai

1. Gangguan hormon pengatur lapar

2. Penurunan sensitivitas insulin

3. Perlambatan metabolisme

4. Peningkatan risiko obesitas

5. Penurunan kualitas hidup

Dampak tersebut berkembang secara bertahap dan sering kali tidak disadari hingga berat badan mulai meningkat signifikan.

Cara Mengurangi Kebiasaan Tidur Larut Malam

Mengubah kebiasaan tidur larut malam membutuhkan konsistensi. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:

- Tetapkan jam tidur dan bangun yang sama setiap hari

- Kurangi paparan layar satu jam sebelum tidur

- Hindari konsumsi kafein di malam hari

- Ciptakan lingkungan kamar yang nyaman

- Lakukan relaksasi ringan sebelum tidur

Dengan memperbaiki pola istirahat secara bertahap, ritme biologis tubuh dapat kembali stabil dan metabolisme bekerja lebih optimal.

Kebiasaan tidur larut malam memiliki hubungan erat dengan peningkatan berat badan melalui gangguan hormon, metabolisme, dan pola makan. Jika tidak dikendalikan, pola ini berpotensi meningkatkan risiko obesitas serta gangguan kesehatan jangka panjang.

Menjaga waktu istirahat yang cukup merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Dengan memperbaiki kualitas tidur, keseimbangan metabolik dapat dipertahankan dan risiko kenaikan berat badan dapat ditekan secara signifikan. @desi

Baca Juga:

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.