Keberagamaan di Indonesia Hadapi Tantangan Paham Berlebihan Lampaui Batas
"Kesenian, hakikatnya sebagai ekspresi rasa keindahan dan kecintaan terhadap semua hal melalui karya seni. Itu merupakan bagian dari budaya dan lingkungan strategis karena hakikatnya adalah amalan keberagamaan," jelasnya lagi.
Dalam konteks penyusunan peta jalan kesenian sebagai amalan keberagamaan, Lukman Hakim menyarankan, kalangan perguruan tinggi seni agar mengidentifikasi kutub-kutub ekstrem pemahaman dan amalan keberagamaan yang berlebihan tanpa batas. Setelah teridentifikasi, dia minta konsep strategis yang solutif untuk moderasi keberagamaan dan menyikapi paham ekstrem yang berlebihan.
Sementara itu, Prof. Muhammad Adlin Sila, staf ahli bidang kelembagaan dan masyarakat, Kemendikbud Ristek, salah seorang di antara pembicara, mengungkapkan, moderasi keberagamaan pada dasarnya adalah bebas dari ekstremisme beragama.
Dalam menghadapi tahun politik mendatang, dia menengarai ada upaya melemahkan penguatan moderasi beragama.
"Tetapi kegiatan moderasi beragama sudah masuk RPJMN. Sehingga, moderasi menjadi kegiatan untuk mengajak dan membawa yang ekstrem tersebut supaya tidak berlebihan," katanya.
Prof. Adlin juga mengingatkan, seni budaya jangan hanya sebagai hiburan, tetapi menjadi upaya moderasi keberagamaan. Kita sulit memisahkan agama dengan kebudayaan, karena keduanya inheren, sebagaimana budaya Bali dengan agama Hindu, atau budaya Minang dengan agama Islam. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!