Kebebasan Bicara, Tapi Ada Garis Merah di Saudi

ED
Selasa, 23 Desember 2025 | 14:25 WIB
Bagikan
Kebebasan Bicara, Tapi Ada Garis Merah di Saudi

VISI.NEWS | RIYADH - Menteri Media Arab Saudi, Salman Al-Dosari, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi dijamin di Kerajaan melalui undang-undang dan regulasi yang berlaku. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah dengan tegas membedakan antara pendapat yang bertanggung jawab, kritik konstruktif, dan konten yang mengarah pada disinformasi atau hasutan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Al-Dosari dalam sebuah konferensi pers pada Senin. Ia menyebutkan bahwa regulasi media di Arab Saudi menjadikan kebebasan berekspresi sebagai hak fundamental, tetapi tetap memberikan batasan yang jelas terhadap praktik-praktik yang berpotensi mengancam stabilitas sosial dan keselamatan publik.

Menurut Al-Dosari, sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Otoritas Umum Regulasi Media telah mengidentifikasi pelanggaran serius yang dilakukan oleh sejumlah individu. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan penyebaran konten provokatif yang dinilai membahayakan keamanan sosial.

Atas pelanggaran tersebut, otoritas mengambil langkah tegas berupa sanksi dan keputusan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat. “Tindakan ini bukan ditujukan untuk membungkam pendapat atau kritik yang membangun,” tegas Al-Dosari.

Ia menambahkan, langkah penegakan hukum dilakukan semata-mata terhadap praktik media yang melampaui batas tanggung jawab dan berpotensi merusak kohesi sosial di masyarakat. Pemerintah, katanya, berkepentingan menjaga ruang publik tetap sehat dan kondusif.

Al-Dosari juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh dijadikan dalih untuk menciptakan kekacauan, baik di media konvensional maupun platform digital. Ia menyoroti praktik retorika populis yang sengaja dibuat untuk memancing emosi publik demi meningkatkan jumlah pengikut di media sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Al-Dosari turut menyinggung gangguan penerbangan yang terjadi baru-baru ini di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Ia mengakui bahwa pembatalan dan keterlambatan penerbangan menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan bagi penumpang.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.