CUKTECH 6 Ultra Charger Meluncur di Indonesia, Charger 100W GaN dengan Layar AI 2 Aug 2026 BMKG: Bandung Cerah Sepanjang Minggu, Suhu Sejuk 19–30 Derajat 2 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 CUKTECH 6 Ultra Charger Meluncur di Indonesia, Charger 100W GaN dengan Layar AI 2 Aug 2026 BMKG: Bandung Cerah Sepanjang Minggu, Suhu Sejuk 19–30 Derajat 2 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026

Kebakaran Rumah di Way Kanan Lampung, Satu Orang Tewas

Desi Rossilawati
Selasa, 16 Juni 2026 | 15:32 WIB
Bagikan
Kebakaran Rumah di Way Kanan Lampung, Satu Orang Tewas

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | LAMPUNG - Kebakaran melanda sebuah rumah di Gang Buntu, belakang Pasar Baradatu, Kelurahan Tiuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Senin (15/6/2026) sore. Dalam peristiwa itu, pemilik rumah bernama Amri, berusia 50 tahun, ditemukan meninggal dunia.

Kapolsek Baradatu, AKP Sunaryo, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 15.20 WIB. Saat itu, seorang warga bernama Edison melihat kepulan asap dari bagian atas rumah korban. Edison berada sekitar 50 meter dari lokasi ketika melihat tanda awal kebakaran.

"Saksi yang berada sekitar 50 meter dari lokasi melihat asap dari arah rumah korban. Ketika didekati, api sudah membesar sehingga saksi berteriak meminta pertolongan warga," kata Sunaryo dalam keterangannya dikutip, Selasa (16/6/2026).

Teriakan Edison membuat warga sekitar segera berdatangan. Mereka berupaya membantu memadamkan api secara manual sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran Kecamatan Baradatu.

Sekitar pukul 15.30 WIB, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman terhadap rumah berukuran sekitar 4 x 6 meter tersebut. Namun, kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu membuat api cepat menghanguskan rumah korban.

Saat proses pemadaman berlangsung, petugas dan warga mendapat informasi bahwa korban masih berada di dalam rumah. Setelah api dapat dikendalikan, Amri ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Setelah api berhasil dikendalikan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Sunaryo.

Petugas dari Puskesmas Baradatu kemudian melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan korban telah meninggal dunia. Menurut Sunaryo, korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api membesar. Korban ditemukan tertimpa bagian atap rumah yang roboh akibat terbakar.

"Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena tertimpa atap rumah yang runtuh ketika kebakaran berlangsung," ucapnya.

Berdasarkan pendataan petugas, seluruh bangunan rumah beserta barang milik korban ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa lain dalam kejadian tersebut. Warga sekitar menyebut Amri tinggal seorang diri di rumah itu.

Polisi juga menerima informasi bahwa korban diduga mengalami gangguan kejiwaan. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki aparat kepolisian.

Pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

"Keluarga korban telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi serta menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah," tutur Sunaryo.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.