Kearney : 48% C-suite di APAC Akui Transformasi Saat ini Tidak Berjalan dengan Baik

ED
Senin, 9 Oktober 2023 | 14:39 WIB
Bagikan
Kearney : 48% C-suite di APAC Akui Transformasi Saat ini Tidak Berjalan dengan Baik
  • 43% bisnis di Asia Pasifik (APAC) telah menerapkan budaya regeneratif secara efektif, dan 46% sudah menjalankan rantai pasokan regeneratif dengan sangat efektif.

VISI.NEWS | SINGAPURA - Analisis dari konsultan global Kearney menemukan bahwa hampir separuh (48%) eksekutif mengatakan transformasi bisnis mereka saat ini tidak berhasil. Meskipun bisnis beralih dari fokus pada ketahanan selama COVID ke perspektif baru yaitu 'regeneratif', saat ini hanya 51% bisnis yang beroperasi secara efektif dengan cara ini. Dibutuhkan lebih banyak lagi dan masih banyak lagi yang mungkin dilakukan.

Apa itu 'bisnis regeneratif'?

Menanamkan model digital baru dan analitik tingkat lanjut, sekaligus menjadikan rantai pasokan dan model sumber daya manusia berkelanjutan bagi bisnis dan masyarakat kini menjadi misi yang sangat penting. Dunia usaha yang ingin memenuhi komitmen ini memerlukan pendekatan jangka panjang agar benar-benar 'regeneratif'. Hal ini berarti melihat lebih dari sekedar ketahanan dan secara proaktif menanyakan di mana nilai dapat ditambahkan kembali ke dalam masyarakat dan dunia yang lebih luas.

Alih-alih mengoptimalkan efisiensi, generasi bisnis berikutnya akan melakukan regenerasi demi kecepatan, menggunakan data eksternal ditambah AI analitis dan canggih untuk melihat dan memahami apa yang terjadi di luar perusahaan mereka dengan cepat dan akurat.

Dengan meregenerasi seluruh sistem bisnis, mulai dari rantai pasokan hingga pengalaman pelanggan dan budaya organisasi, baik sektor bisnis maupun publik dapat memastikan bahwa tim, perusahaan, dan lingkungan yang lebih luas dapat mencapai dan mempertahankan potensi penuh mereka.

Pemandangan dari C-Suite

Laporan penelitian terbaru Kearney, Regenerate: For a future that works for all, mensurvei 800 pemimpin bisnis C-suite dari seluruh dunia (termasuk 159 di kawasan APAC) dan menemukan bahwa 99% pemimpin bisnis regional berpendapat bahwa menjadi bisnis regeneratif itu penting. Selain itu, dalam studi tersebut, lebih dari separuh (51%) pemimpin APAC melaporkan bahwa perusahaan mereka sudah beroperasi secara regeneratif secara efektif. Meskipun angka ini lebih tinggi dari rata-rata global (44%), masih ada ruang untuk perbaikan, dan diperlukan lebih banyak panduan mengenai paradigma bisnis baru ini.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.