Kata Iyos-Zainul Soal Menurunkan Kasus Stunting di Sukabumi: Pemberdayaan Ekonomi hingga Peningkatan Gizi
ED
Editor
Mohammad Iqbal
Senin, 28 Oktober 2024 | 07:28 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi nomor urut 1 Iyos Somantri-Zainul telah mempersiapkan program terkait stunting.
Hal itu diungkapkan ketika menjawab pertanyaan panelis dari sub tema Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam segmen kedua yakni pendalaman visi misi pada debat publik pertama yang diselenggarakan KPU Kabupaten Sukabumi, di auditorium Universitas Nusa Putra, Sabtu (26/10/2024) malam.
Adapun pertanyaannya bagaimana strategi di Kabupaten Sukabumi dalam mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, memperkuat akses pendidikan dan meningkatkan partisipasi perempuan di sektor ekonomi serta menurunkan angka stunting 27 persen.
"Untuk penanganan stunting kemudian kaitan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tentunya kita ada pemberdayaan perempuan kepala keluarga, yang kedua adalah membuat skema ekonomi UMKM yang ada di masyarakat, yang ketiga edukasi untuk ibu yang memiliki anak stunting atau anak usia 0 sampai 5 tahun. Di Sukabumi ada 27,0 persen stunting dan harus kita tekan, jangan sampai ada stunting-stunting baru jadi kita ciptakan zero new stunting," ujar Iyos.
Menurut dia, pemberdayaan ekonomi, pendidikan serta kesehatan harus ditingkatkan, alasannya stunting ini tidak hanya dari ekonomi namun pengaruh lingkungan misal dari sarana prasarana air bersihnya dan lainnya. "Oleh karenanya kita sepakat ibu-ibu dalam pemberdayaan ekonominya harus ditingkatkan, terutama pemberdayaan perempuan kepala keluarga," kata Iyos.
Zainul menambahkan bahwa penyebab terjadinya stunting itu diantaranya kondisi gizi pada saat bayi dalam kandungan. “Makanya kita akan mencoba meningkatkan gizi masyarakat, terutama ibu hamil dan yang memiliki balita,” ujarnya.
Debat publik pertama yang mempertemukan paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1 Iyos Somantri-Zainul dengan paslon nomor urut 2 Asep Japar-Andreas ini mengangkat tema "Strategi mewujudkan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Sukabumi yang maju, mandiri dan berkelanjutan".
Di dalamnya terdapat 9 sub tema yakni Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Kebudayaan, Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Pertanian, Pariwisata, Perdagangan Jasa dan Perindustrian.
Debat yang berlangsung selama dua jam dari pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB dipandu oleh moderator Machroni Kusuma juga Gita Ginezza.
Adapun panelis debat yakni Ike Rachmawati, Titik Nur Hayati, Meri Sariningsih, Rafih Sri Wulandari, Asep Sahid Gatara dan Ayi Abdurahman. Mereka dari unsur akademisi, aktivis serta praktisi pemilu.
Debat terdiri dari enam segmen, pertama pemaparan visi misi program, kedua dan ketiga pendalaman visi misi program dengan cara menjawab pertanyaan dari tim panelis berdasarkan sub tema dan pertanyaan yang dipilih akan ditanggapi oleh paslon lain merespon atas tanggapan dari paslon lain.
Selanjutnya segmen keempat dan kelima tanya jawab dan sanggahan antar paslon dengan menyiapkan sendiri pertanyaan sesuai dengan tema untuk paslon lainnya agar dapat menjawab, menanggapi dan merespon kembali, terakhir yaitu segmen keenam pernyataan penutup.
Sebelum dimulai, dilakukan penyerahan pertanyaan hasil perumusan oleh panelis. Pertanyaan dalam map dan tersegel itu diserahkan ketua panelis Ike Rachmawati kepada Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Kasmin Belle.
@andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!