Kasus Pembunuhan Jurnalis Banjarbaru: Indikasi Pembunuhan Berencana Menguat
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 30 Maret 2025 | 18:12 WIB
VISI.NEWS | KALSEL - Kuasa hukum keluarga korban mengungkapkan perkembangan terbaru dalam kasus pembunuhan Juwita (23), seorang jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Ia diduga dibunuh oleh kekasihnya, seorang prajurit TNI AL berinisial J, yang bertugas di Lanal Balikpapan.
Menurut kuasa hukum keluarga, Muhamad Pazri, bukti-bukti awal menunjukkan bahwa pembunuhan ini berencana. Bahkan, penyidik dan pihaknya memiliki kesimpulan yang sama mengenai indikasi pembunuhan berencana.
"Yang lebih menguatkan adalah bahwa pelaku mengakui perbuatannya, pelaku mengeksekusi korban di dalam mobil," ungkap Pazri di Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin, Sabtu (29/3/2025).
Meski demikian, motif pembunuhan masih dalam proses pendalaman oleh penyidik Denpomal Banjarmasin. Pazri menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
Sementara itu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menyerahkan barang bukti kasus ini ke Denpomal Banjarmasin untuk tahap penyidikan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Adam Erwindi menyatakan bahwa mereka bersama Denpomal telah melakukan gelar perkara dan menyerahkan dokumen serta seluruh barang bukti kepada Denpomal.
"Kami sudah memberikan keterangan lengkap kepada penyidik Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin, terkait kasus pembunuhan ini kita kawal bersama," jelas Adam.
Saat ini, tersangka belum resmi ditetapkan, namun Denpomal dan Polda Kalsel berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan dan serius.
Terkait kasus ini, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan transparan, dan jika terbukti bersalah, tersangka akan dijatuhi hukuman berat.
"Pokoknya kalau proses hukum (akan) transparan dan dihukum berat," tegasnya.
Sebelumnya, jasad Juwita ditemukan di tepi jalan di kawasan Gunung Kupang, Banjarbaru, Sabtu (22/3/2025). Awalnya, korban diduga mengalami kecelakaan tunggal, tetapi luka-luka di leher serta hilangnya ponsel korban menimbulkan kecurigaan bahwa ia dibunuh.
Kini, kasus ini terus dikawal oleh berbagai pihak, termasuk keluarga korban, untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!