Kasus Keracunan MBG di Jabar, Dedi Mulyadi Akan Panggil BGN
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 25 September 2025 | 10:00 WIB
"Jadi hari ini tentu kita semuanya prihatin ada SPPG di mana ada anak-anak yang keracunan. Dari Senin kemudian hari ini satu SPPG di Cihampelas, kemudian SPPG Cipongkor ini. (475 anak sejak Senin), lalu hari ini 500 di Neglasari dan Cipongkor, dan 60 di Cihampelas," kata Herman dikutip dalam keterangannya, Kamis (24/9/2025).
Penanganan dilakukan secara komprehensif, mulai menyiagakan ambulans, mengerahkan tenaga medis dari KBB, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung, lalu menyiagakan rumah sakit di daerah sekitar KBB.
Lantas bagaimana nasib program MBG di dua kecamatan itu pascakeracunan massal? Herman mengatakan pihaknya akan melapor terlebih dahulu ke Badan Gizi Nasional (BGN). "Ini otoritas dari Badan Gizi Nasional, kami akan sampaikan kondisinya. Tentu kami juga terus laporan ke Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) ya, dari tadi saya sudah 3-4 kali laporan, progresnya semua kami sampaikan," ujarnya. Tak cuma soal kelanjutan pendistribusian MBG di dua kecamatan itu, Herman juga menyebut akan koordinasi ke BGN terkait banyaknya tuntutan dari orang tua dan siswa agar menghentikan program tersebut buntut keracunan massal ini."Nah, kalau terkait itu (penolakan MBG usai keracunan), tentu kami akan laporkan juga BGN, karena otoritasnya di BGN. Yang jelas Provinsi Jawa Barat mendukung program MBG. Pak Gubernur mendukung program ini. Terkait teknisnya, ada kekurangan dan lain sebagainya, tentu kan harus dievaluasi," ucap Herman. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!