Kasus Investasi Bodong Binomo Dan Qoutex, Marshal : PSI Jabar Buka Posko Pengaduan Para Korban
ED
Editor
M Purnama Alam
Selasa, 15 Maret 2022 | 11:03 WIB
VISINEWS | BANDUNG - Kasus dugaan penipuan berkedok investasi, saat ini menjadi pokus kepolisian dalam menangani dua crazy rich asal Jawa Barat (Jabar) Doni Salmanan dan asal Medan Sumatra Utara (Sumut) Indra Kenz.
Diduga, korban penipuan dua afiliator yang menawarkan keuntungan dari trading lewat aplikasi Binomo dan Quotex khususnya di Jabar, mencapai ratusan bahkan ribuan korban.
"Sebenrnya kasus dugaan penipuan trading melalui aplikasi Binomo dan Quotex tersebut tidak hanya terjadi baru-baru ini, melainkan sudah sejak lama," kata Ketua DPW PSI Jabar, Marshal Chandra.
Dihubungi VISINEWS Selasa (15/3/22), Marshal mengungkapkan, berdasarkan catatan Satgas Waspada Investasi sejak 2011 hingga 2021, total kerugian masyarakat akibat investasi bodong tersebut diduga mencapai Rp 117,4 triliun.
"Cara kerja pelaku penipuan dalam menawarkan investasi bodong itu melalui jejaring media sosial (Medsos), bahkan agar lebih menarik minat investor, pelaku kerap menggunakan pablik figur sebagai pancingan," ungkapnya.
Terkait kasus dugaan penipuan yang membelit Doni Salmanan dan Indra Kenz, lanjut Marshal, diduga para korban mengalami kerugian mencapai ratusan miliar rupiah, dan diketahui kepolisian saat ini terus menggali berbagai asset milik kedua crazy rish tersebut.
"Khusus korban Doni Salaman dan Indra Kenz, PSI membuka posko pengaduan dan siap untuk mendampingi para korban serta memberikan bantuan hukum terhadap para korban," ujarnya.
Terakhir, Marshal mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur dengan iming-iming keuntungan berlipat dari penipuan model investasi bodong, dan PSI Jabar sangat bersedia untuk memberikan bantuan advokasi terhadap masyarakat Jabar.
"Jika masyarakat merasa menjadi korban investasi ilegal, mangga datang aja ke Ruko City Square Blok A1-1 (DPW PSI Jabar) di Jalan Abdul Rahman Saleh No 9 Husen Sastranegara Cicendo Bandung, kami siap membantu," pungkasnya.@eko.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!