Kasus Gagal Ginjal Kronis di Usia Muda Meningkat, Apa Penyebabnya?
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 16 Maret 2025 | 00:10 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Kasus gagal ginjal kronis di usia muda terus meningkat, dengan lonjakan biaya pengobatan yang ditanggung BPJS Kesehatan dari Rp 6,5 triliun pada 2019 menjadi Rp 11 triliun pada 2024. Dahulu, penyakit ini lebih sering menyerang lansia, tetapi kini banyak anak muda yang mengalami gangguan ginjal.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), Dokter Pringgodigdo Nugroho, pola hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus gagal ginjal pada generasi muda. Dalam Konferensi Pers World Kidney Day 2025 di Jakarta, Rabu (12/3/2025), ia menjelaskan beberapa kebiasaan buruk yang memperbesar risiko gagal ginjal:
1. Konsumsi Garam Berlebihan
Garam yang dikonsumsi secara berlebihan menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan, meningkatkan tekanan darah, dan berujung pada hipertensi, yang merupakan penyebab utama gagal ginjal. Batas konsumsi garam yang disarankan hanya 2 gram per hari atau sekitar 5 gram garam dapur.2. Kurang Minum Air
Asupan cairan yang tidak mencukupi dapat memicu infeksi ginjal dan batu ginjal. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronis.3. Kurang Tidur dan Malas Bergerak
Kebiasaan begadang dan kurang olahraga mengganggu metabolisme tubuh, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, yang pada akhirnya dapat merusak ginjal.4. Penyakit Autoimun
Gangguan sistem kekebalan tubuh dapat membuat ginjal diserang oleh sistem imun sendiri, menyebabkan peradangan dan kerusakan nefron (unit penyaring ginjal). Jika tidak dideteksi sejak dini, penyakit ini bisa berkembang hingga ginjal hanya berfungsi 10 persen. Dokter Pringgodigdo menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting agar gagal ginjal kronis dapat dicegah sebelum mencapai kondisi yang lebih parah. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!