Karyawan Baru EY Dipecat Usai Diduga Akses Rekening Bank PM Australia

Desi Rossilawati
Selasa, 30 Juni 2026 | 15:50 WIB
Bagikan
Karyawan Baru EY Dipecat Usai Diduga Akses Rekening Bank PM Australia

Ernst & Young (EY)./visi.news/AAP.

VISI.NEWS - Seorang karyawan di salah satu dari empat firma akuntansi terbesar di Australia dipecat setelah dirinya dan seorang pria lainnya diduga mengakses rekening bank pribadi Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.

Kedua pria tersebut, berusia 21 dan 25 tahun, kini menghadapi proses hukum di pengadilan pada Selasa terkait dugaan pelanggaran tersebut. Kepolisian Federal Australia (AFP) menyebut peristiwa itu terjadi saat salah satu tersangka, yang merupakan lulusan EY, tengah menjalani penugasan sementara di Commonwealth Bank.

Paul Issa, 21 tahun, didakwa dengan mengakses data terbatas tanpa izin serta menyebarkan data pribadi.

Sementara itu, Phillip Issa, 25 tahun, didakwa dengan memfasilitasi akses tidak sah terhadap data yang dibatasi.

Kedua pria asal Sydney itu telah didakwa pada 6 Mei dan diberikan jaminan untuk hadir di Pengadilan Lokal Downing Centre pada sidang Selasa. Keduanya masih berada dalam status bebas dengan jaminan hingga sidang lanjutan pada 25 Agustus.

Berdasarkan catatan aset, Anthony Albanese diketahui memiliki rekening tabungan di Commonwealth Bank serta hipotek properti di Central Coast, New South Wales, yang dimilikinya bersama istrinya.

Bendahara Australia, Jim Chalmers, menyebut kasus tersebut sebagai hal yang “sangat mengkhawatirkan”.

Bukan hanya terkait dengan data pribadi PM, tetapi juga data pribadi semua warga Australia,” katanya.

Seorang juru bicara Commonwealth Bank menolak berkomentar terkait kasus yang melibatkan kontraktor individu. Sementara itu, EY membenarkan bahwa mantan karyawan tersebut tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut, namun juga tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Kasus ini muncul di tengah sorotan terhadap perusahaan jasa profesional besar, setelah sejumlah skandal sebelumnya yang melibatkan KPMG dan PwC terkait kebocoran informasi klien dan kebijakan pajak.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.