Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Terkait Penebangan 10 Pohon 31 Jul 2026 Ketua Komisi X Prioritaskan Kesejahteraan Guru usai Putusan MK soal MBG 31 Jul 2026 Sopir Truk LPG Mengaku Mengantuk sebelum Kecelakaan di Bandung 31 Jul 2026 Pajak Sudah Dibayar Masih Menunggak, Bunda Hermin Siap Kawal Hingga Tuntas 31 Jul 2026 Pikap Bermuatan Tahu Tabrak Truk di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas 31 Jul 2026 Indonesia Pernah Tundukkan Timor Leste 3-1 di Piala AFF 31 Jul 2026 Kapan Musim Hujan Kembali Guyur Indonesia? Ini Prediksi BMKG 31 Jul 2026 Gus Heri Luncurkan MotivAction, Inovasi Literasi Islami di Era Digital 31 Jul 2026 Kejagung Tetapkan Nurman Herin Tersangka Kasus TPPU Febrie Adriansyah 31 Jul 2026 Istana Respons Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan 31 Jul 2026 Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Terkait Penebangan 10 Pohon 31 Jul 2026 Ketua Komisi X Prioritaskan Kesejahteraan Guru usai Putusan MK soal MBG 31 Jul 2026 Sopir Truk LPG Mengaku Mengantuk sebelum Kecelakaan di Bandung 31 Jul 2026 Pajak Sudah Dibayar Masih Menunggak, Bunda Hermin Siap Kawal Hingga Tuntas 31 Jul 2026 Pikap Bermuatan Tahu Tabrak Truk di Tol Cipularang, Dua Orang Tewas 31 Jul 2026 Indonesia Pernah Tundukkan Timor Leste 3-1 di Piala AFF 31 Jul 2026 Kapan Musim Hujan Kembali Guyur Indonesia? Ini Prediksi BMKG 31 Jul 2026 Gus Heri Luncurkan MotivAction, Inovasi Literasi Islami di Era Digital 31 Jul 2026 Kejagung Tetapkan Nurman Herin Tersangka Kasus TPPU Febrie Adriansyah 31 Jul 2026 Istana Respons Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan 31 Jul 2026

Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Desi Rossilawati
Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:31 WIB
Bagikan
Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS | BANDUNG - Umat Islam akan segera menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang ditandai dengan datangnya bulan Muharram. Bulan ini memiliki keutamaan karena menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Sejumlah masyarakat biasanya memanfaatkan momen pergantian tahun Hijriah untuk memperbanyak ibadah, mengikuti pengajian, hingga melakukan berbagai kegiatan sosial.

Selain dikenal sebagai awal tahun dalam kalender Islam, Muharram juga identik dengan bulan Suro dalam tradisi masyarakat Jawa. Karena keduanya sama-sama menandai pergantian tahun, muncul pertanyaan apakah 1 Muharram dan 1 Suro jatuh pada hari yang sama.

1 Muharram 1448 H jatuh 16 Juni 2026

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa (16/6/2026). Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Penetapan serupa juga tercantum dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, yang juga menetapkan awal Muharram 1448 H pada tanggal yang sama.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) biasanya menetapkan awal bulan Hijriah melalui metode rukyatul hilal dan hisab yang diumumkan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menjelang pergantian bulan.

Dengan demikian, jika tidak terdapat perbedaan penetapan, umat Islam di Indonesia akan memperingati Tahun Baru Islam 1448 H pada 16 Juni 2026.

Apakah 1 Muharram sama dengan 1 Suro?

Dalam kalender Jawa, Suro merupakan bulan pertama dalam satu siklus tahun. Nama Suro diyakini berasal dari kata Asyura yang merujuk pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam.

Sistem kalender Jawa yang digunakan saat ini mengadopsi kalender Hijriah sejak masa Sultan Agung, sehingga awal bulan Suro umumnya bertepatan dengan awal Muharram. Karena itu, 1 Suro 1959 Jawa diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, bersamaan dengan 1 Muharram 1448 H.

Adapun malam 1 Suro dimulai sejak matahari terbenam pada Senin, 15 Juni 2026, yang di sejumlah daerah di Pulau Jawa masih diwarnai tradisi budaya turun-temurun.

Keutamaan bulan Muharram

Muharram termasuk dalam kelompok asyhurul hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi kemaksiatan.

Berikut sejumlah amalan yang dianjurkan di bulan Muharram:

1. Puasa sunnah, termasuk puasa Asyura

Salah satu amalan utama di bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah, termasuk puasa Asyura pada 10 Muharram.

Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan:

"جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال: شهر الله الذي تدعونه المحرم"

Artinya:
"Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, 'Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?' Nabi menjawab, 'Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram.'" (HR Ibnu Majah).

Dalam hadis riwayat Muslim juga disebutkan:

"أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ"

Artinya:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim no. 1163).

Ulama seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan tingginya keutamaan puasa di bulan Muharram dibanding bulan lainnya setelah Ramadhan.

Puasa Asyura juga disebut memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang telah lalu.

2. Memperbanyak amal saleh

Selain puasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti zikir, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, menjaga silaturahmi, serta membantu sesama.

3. Memperbanyak taubat

Pergantian tahun Hijriah menjadi momentum untuk introspeksi diri dan memperbanyak taubat kepada Allah SWT, yakni dengan meninggalkan dosa, menyesali kesalahan, dan bertekad tidak mengulanginya.

4. Bersedekah dan membahagiakan keluarga

Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, termasuk kepada keluarga.

Rasulullah SAW bersabda:

"من وسع على عياله في يوم عاشوراء وسع الله عليه في سنته كلها"

Artinya:
"Orang yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura maka Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun tersebut." (HR At-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Dengan demikian, bulan Muharram menjadi momentum penting untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal kebaikan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.