Kang Emil, "Eril terus memberikan rasa bahagia, dan bangga untuk keluarga besarnya"
Pada kesempatan yang sama Ridwan Kamil menyampaikan bahwa ada dua orang ulama yang hadir di tengah jamaah, yakni ulama dari Palestina.
"Ahlan wa Sahlan," ucap Ridwan Kamil menyambut kedatangan dua ulama dari Palestina tersebut.
Pesan Ridwan Kamil selama Palestina belum merdeka, kita harus berjuang untuk membantu Palestina bisa dengan doa, dan sedekah. "Tahun 2012 saya kedatangan rombongan dari Palestina, dimana saat itu terjadi pemboman masjid Palestina oleh Israel. Kemudian mereka meminta tolong untuk didesainkan gambar masjid yang akan di buat kembali, dan terkumpul uang Rp. 20 miliar pada waktu itu. Desain masjidnya berbentuk bulan sabit, yang melambangkan adanya hubungan habluminalloh, dan habluminnanas, walaupun saya belum ke Palestina, tapi masjidnya sudah berdiri di sana," ungkapnya.
Hudhurul qalbi
Sementara Ustad Wijayanto seperti biasa mengawali ceramahnya dengan sangat kocak. Ia membuka ceramah dengan mengecek pendengaran para jamaah, yang mayoritas ibu-ibu pengajian. "Apakah ibu-ibu setuju dengan poligami?". Yang di jawab serempak oleh ibu-ibu, "Tidaaaaaak!. "
"Jadi terdengar jelas jika begitu suara saya yaa," ujar Ustadz Wijayanto sambil tersenyum.
Dalam sesi ceramahnya, Ustadz Wijayanto menerangkan tentang Hudhurul qalbi (hadirnya hati), yaitu mengosongkan hati dari segala macam duniawi dalam praktek salat kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!