Kang DS dan Kang Haji Cucun Sepakat Dorong Penanganan Banjir Sungai Cisunggalah
Bupati Bandung, Dadang Supriatna pada kegiatan rapat koordinasi (rakor) forum pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Aula Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/4/2026)./visi.news/ist.
KDS berharap penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk dan Desa Bojong Kecamatan Majalaya harus dilaksanakan seperti sebelumnya melalui program pentahelix sewaktu dilaksanakan di Rancaekek, Cicalengka dan Cikancung.
"Insya Allah saya optimis dengan hadirnya para pengusaha, walaupun diwakili tetapi pasti akan disampaikan hasilnya kepada pemilik perusahaan. Nantinya pak camat bersama Tim Pentahelix akan silaturahmi dengan para pengusaha. Tadi secara spontanitas sudah terkumpul sekitar Rp150 juta," jelasnya.
KDS bersama Kang Haji Cucun, sapaan akrab Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal sepakat akan mendorong penyelesaian penanganan banjir Sungai Cisunggalah melalui program pentahelix. Pada kesempatan rakor forum pentahelix, KDS sempat menghubungi Kang Haji Cucun melalui sambungan video call untuk membahas penanganan banjir Sungai Cisunggalah. Kang Haji Cucun pun sama-sama sepakat untuk penanganan banjir tersebut.
"Kang Haji Cucun dengan saya itu bukan hanya mendorong secara material saja secara langsung pribadinya. Tetapi mendorong dari kebijakan pemerintah pusat. Nanti hari Selasa (21/4/2026) saya diundang dan dipersiapkan waktu oleh Pak Menteri Pekerjaan Umum RI untuk membahas Sungai Cisunggalah dan lain-lainnya," tuturnya.
Menurutnya, bukan hanya Sungai Cisunggalah saja, tetapi ada beberapa kecamatan yang harus didorong dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung.
"Tentu ini salah satu peluang dan momen waktu yang tepat menurut pendapat saya dengan adanya rakor forum pentahelix ini karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sudah rutin terkena bencana," katanya.
KDS juga berencana melaksanakan penanganan banjir di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek, yaitu melalui pengerjaan normalisasi sungai dan termasuk pembangunan embung-embung.
"Di Desa Sukamanah akan dibangun embung-embung pada lahan seluas 1,5 hektare, termasuk di Desa Tegalluar seluas 3,5 hektare akan dibangun embung-embung untuk penanganan banjir di wilayah tersebut," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!