Kalau Kita Ingin Keluarga yang Bahagia, Ikuti Nabi Ibrahim
Nabi Ibrahim juga dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan penuh prinsip. Ia menghancurkan patung-patung sesembahan kaumnya, hanya menyisakan satu patung terbesar sebagai sindiran. Ketika diadili, ia tetap tegar dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah. “Hasbiyallahu laa ilaaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul ‘arsyil ‘azhiim” (Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia – QS At-Taubah: 129).
“Iduladha bukan sekadar hari raya menyembelih hewan. Ini adalah momentum untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, kesabaran, dan keteguhan iman dalam keluarga,” ungkap Sopiana dengan penuh semangat. Ia berharap jamaah bisa mengambil pelajaran mendalam dari kisah Nabi Ibrahim dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir khutbahnya, Ustadz Sopiana mengajak para orang tua untuk menanamkan nilai-nilai tauhid dan ketaatan sejak dini kepada anak-anak. “Kalau kita ingin keluarga yang bahagia, kuncinya adalah meneladani Nabi Ibrahim. Kuatkan iman, kuatkan komitmen kepada Allah, dan bangun komunikasi yang penuh cinta dalam keluarga,” pungkasnya.
Pelaksanaan kurban pun berjalan lancar dengan melibatkan panitia dari warga Komplek BBA. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi di hari yang penuh berkah ini.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!