KAJIAN | Tawasul
ED
Editor
M Purnama Alam
Sabtu, 1 Februari 2025 | 04:26 WIB
“Hai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (amal atau sebab) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan ( QS. Al- Maidah : 35 ).
Kemudian Sayyid Muhammad Al-Alawi (Ulama Makkah ) dalam kitab Mafahimnya mengemukakan ada empat pemahaman tentang hakikat tawassul yang seringkali disalah pahami oleh sebagian orang :
a. Tawassul hanyalah salah satu cara berdoa dan pendekatan diri kepada Allah SWT, tujuan aslinya adalah Allah SWT, sedangkan Mutawassal Bih (pihak yang dijadikan wasilah/perantara) hanyalah bertindak sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepadaNya. Siapa saja yang berkeyakinan di luar ini maka ia telah musyrik.
b. Percaya seseorang yang bertawasul (mutawasil) tidak bertawasul dengan para perantara (Nabi SAW, wali, dan orang-orang saleh selainnya) melainkan sebab rasa cintanya kepada mereka serta prasangka baik (husnuzhan) nya bahwa Allah SWT pun mencintai mereka. Bila tidak demikian maka niscaya ia menjadi orang yang paling jauh dari mereka dan paling dibencinya.
c. Sungguh bila seseorang yang bertawasul sampai meyakini bahwa pihak yang dijadikan perantara kepada Allah SWT bisa mendatangkan kebaikan ataupun bahaya dengan sendirinya persis sebagaimana Allah SWT, atau tanpa campur tangan dariNya, maka ia telah musyrik.
d. Niscaya tawassul bukan sebuah keharusan. Pengijabahan doa juga tidak tergantung padanya, akan tetapi pokok masalah dalam hal ini adalah berdoa kepada Allah Ta’ala secara mutlak, baik dengan bertawassul maupun tidak.
Seperti Firman Allah SWT:
واذا سألك عبادي عني فإني قريب. اجيب دعوةالداع اذادعان.فليستجيبوا لي وليؤمنوابي لعلكم يرشدون.
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka beriman kepadaKu, Agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” ( QS. Al-Baqarah: 186 ).Macam-macam Tawasul
Sebagai salah satu metode berdo’a, dengan mempertimbangkan wasilah yang digunakan, maka tawassul terklasifikasi menjadi tiga diantaranya: a. Tawassul dengan menyebut nama, sifat dan perbuatan Allah SWT, seperti do’a:أسألك بكل اسم سميت به نفسك اوانزلته في كتابك اوعلمته أحدا من خلقك اواستاثرت به في علم الغيب عندك ان تجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني ودهاب غمي.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!