Kadin Hadapi Persoalan Besar Dalam Menambah Anggota. Ini Penyebabnya
VISI.NEWS |SOLO - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta, yang menyandang gelar Kadin terbaik di Indonesia, menghadapi masalah dalam menambah jumlah anggota.
Sejak terbentuknya Kadin Surakarta pada 1987 sampai tahun 2022 ini, jumlah anggota baik asosiasi, BUMN, pengusaha, dan lain-lain baru 938 atau jauh di bawah populasi perusahaan di wilayah Soloraya.
"Masalah keanggotaan ini menjadi persoalan besar di Kadin saat ini. Ada regulasi yang tidak mengharuskan perusahaan menjadi anggota Kadin dalam mengikuti tender. Sejak keluarnya ketentuan tersebut, banyak perusahaan atau pengusaha tidak mendaftar menjadi anggota Kadin," ujar Mustofa, salah seorang pengurus Kadin Surakarta, dalam jumpa pers menjelang Musyawarah Kota (Muskota) Kadin Surakarta, Rabu (2/11/2022).
Menurut Mustofa yang duduk sebagai steering committe Muskota Kadin Surakarta, yang akan digelar 16 November 2022, dalam beberapa hari sebelum pelaksanaan Muskota diharapkan banyak perusahaan, baik asosiasi maupun perorangan yang masuk Kadin.
"Anggota baru yang terdaftar sebelum Muskota akan bisa ikut dalam pemilihan. Kita juga berharap banyak yang mendaftar sebagai calon ketua. Sehingga kepengurusan Kadin periode 2022-2027 menjadi lebih baik," kata Mustofa yang didampingi Ketua Kadin Surakarta periode 2017-2022, Gareng Haryanto dan sejumlah pengurus.
Menyinggung penyebab banyak perusahaan belum masuk Kadin, sejak tahun 2010 terjadi perubahan ketentuan dalam pelelangan proyek-proyek pemerintah yang dibiayai APBN.
Berdasarkan pasal 5 Perpres Nomor 54 tahun 2010, persyaratan dalam pelelangan pengadaan barang dan jasa menggunakan prinsip terbuka, bersaing dan adil. Dalam Perpres 54 tahun 2010 tidak mengatur ketentuan yang mewajibkan perusahaan peserta lelang pengadaan barang dan jasa harus anggota Kadin dan tidak perlu menyertakan rekomendasi Kadin dalam berkas penawaran, seperti di masa-masa awal berdirinya Kadin.
"Sejak terjadinya perubahan regulasi, tidak banyak perusahaan yang mendaftar sebagai anggota Kadin. Namun bagi perusahaan ekspor, tetap disyaratkan menjadi anggota Kadin untuk melengkapi dokumen ekspor. Sehingga perusahaan besar, seperti industri tekstil terpadu Sritex dan perusahaan buku Kiky milik keluarga Sinyo Haryanto masuk menjadi anggota Kadin," jelasnya.
Ketua Kadin Surakarta periode 2017-2022, Gareng Haryanto, mengungkapkan, kepengurusannya seharusnya berakhir pada September 2022 lalu. Dia yang sudah menjabat ketua dua periode, berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Kadin tidak bisa mencalonkan diri lagi dalam Muskota VII dengan tema “Kebersamaan Dalam Menjawab Tantangan Ekonomi Global".
"Kadin Surakarta akan menggelar Mukota pada 16 November 2022. Forum tertinggi Kadin tersebut akan memilih ketua sekaligus formatur yang akan menyusun kepengurusan periode 2022-2027. Kita berharap Muskota berjalan lancar sebagai sarana estafet kepengurusan Kadin Surakarta, yang dapat menjaga kekompakan, persatuan dan kebersamaan untuk menjawab tantangan ekonomi global yang tidak mudah," tuturnya. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!