Kades Wanasigra Masih Tutup Jembatan Gantung di Ciamis, Ini Sebabnya

Desi Rossilawati
Kamis, 2 Juli 2026 | 14:57 WIB
Bagikan
Kades Wanasigra Masih Tutup Jembatan Gantung di Ciamis, Ini Sebabnya

Jembatan Gantung Sukamenak./visi.news/Insiden 24.

VISI.NEWS - Jembatan Gantung Sukamenak yang menghubungkan Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, dengan Desa Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, hingga kini masih ditutup. Penutupan dilakukan oleh Kepala Desa Wanasigra dengan menggunakan rumpun bambu sejak enam hari lalu.

Jembatan gantung yang dibangun pemerintah pusat pada 2024 dengan anggaran sekitar Rp 5 miliar itu sejatinya belum dapat difungsikan sepenuhnya oleh masyarakat. Hal ini disebabkan belum tersedianya akses jalan menuju jembatan di wilayah Kota Tasikmalaya. Sementara itu, dari sisi Ciamis, kendaraan roda dua sudah dapat mencapai bibir jembatan.

Pantauan di lokasi pada Kamis (2/7/2026) menunjukkan suasana jembatan relatif sepi. Hanya terlihat beberapa warga yang memanfaatkan area sekitar untuk memancing dan memarkirkan sepeda motor di dekat bibir jembatan.

Warga Desa Wanasigra, Maman Suherman, membenarkan bahwa akses jembatan masih ditutup dan belum bisa digunakan secara optimal. Ia menyebut jembatan tersebut selama ini hanya bisa dilalui pejalan kaki.

"Dari Tasik belum ada akses, hanya ada jalan setapak, hanya bisa dilewati pejalan kaki," ujar Maman dalam keterangannya dikutip, Kamis (2/7/2026).

Maman juga menjelaskan bahwa ia merupakan salah satu warga yang menghibahkan lahannya untuk pembangunan jembatan. Ia menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan informasi awal bahwa warga di wilayah Kota Tasikmalaya juga melakukan hal serupa untuk kebutuhan akses jalan.

"Tapi kemarin mendengar dari warga di Tasikmalaya ada penggantian. Padahal awalnya swadaya (hibah), saya selaku pribadi niatnya ibadah sudah swadaya. Yang jadi pertanyaan di sini swadaya tapi di Tasikmalaya ada penggantian," ungkap Maman.

Ia juga menambahkan harapannya terkait pemanfaatan jembatan tersebut di masa mendatang.

"Bagi saya ini kan sudah swadaya, moal ciduh diletak deui, tapi kalau di sini swadaya, di sana juga swadaya. Ini ditutup sama pak Kuwu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wanasigra Yudi Wahyudi menyampaikan bahwa penutupan jembatan dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan. Ia menyebut hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak Tasikmalaya terkait kesepakatan awal pembangunan akses jalan.

"Persoalannya, kenapa jembatan ini dibangun terlebih dulu ketika akses belum ada. Kemudian kaitan dengan lahan akses jalan, merasa dibohongi, ada pengkhianatan cinta. Ini aksi kekecewaan saja. Kalau andaikan di awal pembangunan dulu ada pembebasan lahan, tentunya berbeda lagi (prosesnya)," jelasnya.

Yudi juga menegaskan bahwa jembatan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga di kedua wilayah. Ia menyebut aktivitas masyarakat masih berlangsung di jalur utama masing-masing desa dan tidak ada keterhubungan langsung antarwilayah melalui jembatan tersebut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.