KA Bathara Kresna Dipertahankan Jadi KA Perintis Murah dan Aman
"Eksistensi KA Bathara Kresna menjamin berlangsungnya pelayanan angkutan kereta api sebagai angkutan umum massal alternatif, khususnya bagi masyarakat di lintas Solo-Wonogiri," tandasnya.
Sejak KA Bathara Kresna kembali beroperasi pada pada 2022 sampai akhir Oktober, okupansi mencapai 44,33 persen dengan total penumpang 63.070.
Jumlah itu telah mendekati jumlah penumpang sebelum masa pandemi, yang berdasarkan data terakhir tercatat sebanyak 85.000 lebih.
Abdurrohman menjelaskan, setiap hari KA perintis Bathara Kresna beroperasi 4 kali, masing-masing 2 kali dari Purwosari dan Wonogiri.
Tiket yang sampai saat ini tetap disubsidi pemerintah, dijual kepada penumpang seharga Rp 4.000,-.
"Di sepanjang jalur sepanjang 30-an kilometer, penumpang KA Bathara Kresna dari Stasiun Purwosari sampai Stasiun Solo Kota dapat menikmati pemandangan ramainya Kota Solo. Setelah itu, terdapat pemandangan alam pedesaan dengan hijaunya persawahan. Sedangkan di Wonogiri yang berada di kaki Gunung Gandul, penumpang dapat melihat sebagian landskap Kota Wonogiri," tuturnya.
Franoto menambahkan, laju KA Bathara Kresna tidak bisa maksimal, karena selain melintas jalur dalam Kota Solo yang padat lalu lintas di luar Kota Solo banyak bangunan di tepi rel.
Masalah yang terkait dengan keselamatan KA Bathara Kresna juga menjadi perhatian serius PT KAI, di samping upaya optimalisasi pemanfaatannya sebagai angkutan umum massal yang murah dan aman. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!