K-pop Jadi Strategi FIFA Menarik Penonton Global di Piala Dunia 2026
Penampilan Lisa BLACKPINK di opening ceremony Piala Dunia 2026 di Amerika./visi.news/AFP.
VISI.NEWS | BANDUNG - K-pop disebut menjadi salah satu strategi baru Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) untuk memperluas jangkauan penonton global pada ajang Piala Dunia. Di tengah perubahan pola konsumsi media dan meningkatnya dominasi platform digital, FIFA menghadapi tantangan untuk menjaga relevansi turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut di kalangan generasi muda.
Selama beberapa dekade, Piala Dunia FIFA menjadi ajang olahraga paling banyak ditonton di dunia, dengan miliaran penonton setiap empat tahun. Namun, perubahan perilaku penonton membuat FIFA mencari pendekatan baru agar tetap mampu menarik perhatian audiens global.
Menurut tulisan Jon Lui, salah satu jawabannya adalah K-pop, yang kini telah berkembang menjadi fenomena budaya global.
Tahun ini, dinamika Piala Dunia juga disebut semakin kompleks dengan adanya boikot dari sebagian pihak yang menyoroti isu kebijakan imigrasi dan visa Amerika Serikat serta penerapan harga dinamis tiket oleh FIFA. Kondisi tersebut diperparah dengan laporan ratusan ribu tiket yang belum terjual menjelang pertandingan.
Di tengah situasi itu, muncul pertanyaan apakah penonton akan datang bukan hanya karena sepak bola, melainkan juga karena faktor hiburan lain seperti musik.
K-pop sebagai kekuatan budaya global
K-pop kini tidak lagi hanya dipandang sebagai genre musik, melainkan sebagai kekuatan budaya global. Grup seperti BTS, BLACKPINK, SEVENTEEN, Stray Kids, dan aespa memiliki basis penggemar besar di berbagai wilayah dunia, mulai dari Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, hingga Afrika dan Timur Tengah.
Kekuatan utama K-pop terletak pada komunitas penggemarnya yang sangat aktif di media sosial. Para penggemar tidak hanya mengonsumsi konten, tetapi juga secara aktif membuat kampanye daring, mempopulerkan tagar, hingga mendorong tren global dalam waktu singkat.
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi FIFA, yang kini tidak hanya mengandalkan penonton televisi, tetapi juga keterlibatan digital.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!