Jutaan Ton Minyak Sawit Tersembunyi dalam Industri Pakan Ternak
Laporan RAN menganalisis lebih dari 30.000 pengiriman yang masuk ke Amerika Serikat pada tahun 2022 — di mana data negara dan tahun terlengkap tersedia — dan menemukan bahwa 36% (hampir dua juta ton) dari semua impor minyak sawit ke AS terdiri dari produk minyak sawit kelas pakan berdasarkan beratnya, menjadikannya kategori produk minyak sawit impor terbesar pada tahun 2022.
Selanjutnya laporan ini juga mengevaluasi kebijakan yang dipublikasikan oleh lebih dari 50 perusahaan global yang paling terpapar perdagangan, manufaktur, atau penggunaan produk pakan ternak berbasis minyak kelapa sawit. Dalam evaluasi tersebut ditemukan bahwa 13 dari 14 perusahaan pengolahan susu dan barang konsumen global yang dianalisis tidak memberikan informasi tentang berapa banyak pakan ternak berbasis minyak kelapa sawit yang digunakan dalam rantai pasok mereka atau memasukkan minyak kelapa sawit yang tersemat dalam cakupan kebijakan pembelian mereka –– yang disebut kebijakan 'Nol Deforestasi, Nol Pembangunan di Lahan Gambut, Nol Eksploitasi' (NDPE), yang menjadi standar kebijakan terkemuka di sektor ini. Penerapan kebijakan NDPE harus memastikan bahwa tidak ada Minyak Kelapa Sawit Bermasalah di seluruh rantai pasok perusahaan.
Bahkan Forum Barang Konsumen (Consumer Goods Forum/CGF), sebuah forum industri terbesar bagi produsen produk berbasis konsumen gagal merekomendasikan para anggotanya untuk bisa memastikan bahwa kebijakan pengadaan NDPE juga berlaku terhadap minyak sawit yang tersemat dalam pakan ternak.
"Setelah masalah ini terungkap, perusahaan-perusahaan merek harus mengambil tindakan nyata untuk mencegah pelanggaran HAM dan penggundulan hutan untuk minyak kelapa sawit di seluruh rantai pasok mereka. Perusahaan bisa berisiko berbohong kepada konsumen, investor, dan pemangku kepentingan lainnya apabila terus membuat klaim rantai pasok mereka bebas deforestasi tanpa mengambil langkah-langkah untuk memperhitungkan minyak sawit yang tersemat dalam pakan ternak," kata Daniel Carrillo, Direktur Kampanye Hutan RAN.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!