Jutaan Anak dan Wanita Hamil Terancam Risiko di Wilayah Banjir Pakistan
VISI.NEWS | PAKISTAN - Jutaan anak-anak dan wanita hamil terancam risiko berada di wilayah yang dilanda banjir di Pakistan. Mereka sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak, kata Dana Darurat Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unicef), Rabu (31/8).
Anak-anak menghadapi penyakit yang ditularkan melalui air dan kekurangan gizi akibat banjir di negara Asia Selatan itu, kata Unicef dalam sebuah laporan.
Banjir dari curah hujan tertinggi dalam lebih dari tiga dekade telah menewaskan 1.200 orang sejak pertengahan Juni dan mempengaruhi lebih dari 33 juta. Sebagian besar di selatan dan barat daya yang miskin di negara itu.
Hampir 600.000 wanita hamil di daerah yang dilanda banjir sangat membutuhkan perawatan medis dan layanan kesehatan mental, kata Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unfpa).
“Hingga 73.000 wanita yang diperkirakan akan melahirkan bulan depan akan membutuhkan penolong persalinan yang terampil, perawatan bayi baru lahir, dan dukungan,” kata sebuah laporan oleh badan tersebut.
Jutaan wanita dan anak perempuan juga menghadapi risiko kekerasan berbasis gender, kata UNPF, menyoroti ancaman di daerah di mana keluarga tinggal di tenda penampungan darurat tanpa akses ke toilet dan sanitasi yang layak.
Anak-anak sangat rentan terhadap penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare, infeksi saluran pernapasan dan penyakit kulit, kata Unicef.
Pakistan Selatan bersiap menghadapi lebih banyak banjir pada hari Kamis sebagai gelombang air mengalir di Sungai Indus, menambah kehancuran di negara yang sepertiganya sudah dibanjiri oleh bencana yang dipersalahkan pada perubahan iklim.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!