Jurnalis Indonesia dan AI: Antara Produktivitas, Peluang, dan Tantangan Etika

Desi Rossilawati
Senin, 23 Februari 2026 | 13:25 WIB
Bagikan
Jurnalis Indonesia dan AI: Antara Produktivitas, Peluang, dan Tantangan Etika

Dari keseluruhan temuan, BBC Media Action menyimpulkan bahwa adopsi AI di Indonesia sedang berada pada fase transisi. Mayoritas jurnalis menerima dan memanfaatkan teknologi ini, tetapi masih bergulat dengan isu kepercayaan publik dan kepatuhan etis.

Situasi ini menuntut kerja sama lintas sektor untuk merumuskan kebijakan kolektif yang tidak hanya berlaku bagi media nasional, tetapi juga media di daerah. Transparansi penggunaan AI, penerapan disclaimer yang konsisten, serta peningkatan literasi AI di kalangan jurnalis menjadi kebutuhan mendesak.

Alih-alih berkompromi secara diam-diam dengan teknologi, Rosiana menegaskan, AI seharusnya memperkuat, bukan menggantikan kerja jurnalistik. Di situlah tantangan berikutnya bagi ruang redaksi Indonesia, yaitu untuk menjaga integritas, sembari beradaptasi dengan mesin.

Liputan6.com dan grup Kapanlagi Youniverse telah menggunakan AI selama dua tahun. Sejak pertama kali mengadopsi AI, grup media ini langsung membuat pedoman penggunaan kecerdasan artifisial untuk redaksi.

“Selain menjadi panduan newsroom, juga sebagai guide tim IT untuk membuat AI tools yang dibutuhkan redaksi, dan tidak keluar dari sisi jurnalistiknya,” ujar Redaktur Eksekutif Liputan6.com, Raden Trimutia Hatta.

Tim redaksinya banyak memanfaatkan AI untuk idea generation untuk jurnalisme berkualitas, sekaligus meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, jumlah produksi berita dan trafik tetap terjaga. Sementara itu para jurnalis memiliki banyak waktu untuk memikirkan ide kreatif, termasuk untuk liputan investigatif.

Media lain yang juga sudah mengadopsi AI adalah Seputarpapua. Direktur Seputarpapua, Misbah Latuapo menjelaskan, medianya menggunakan AI sebanyak 50 persen. Sementara itu, 50 persen lainnya merupakan karya orisinal. Para editor memanfaatkan teknologi AI yang dikembangkan internal, bernama Mas AI, untuk menghasilkan breaking news dengan cepat dan tepat.

“Artinya, secara struktur penulisan jurnalistiknya masuk, dan datanya akurat,” ucapnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.