Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tumbuh hingga Bitcoin Potensi Capai Rp 1 M
Yudho menambahkan, edukasi dan literasi yang gencar dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Bappebti dan platform perdagangan aset kripto, turut mendorong pertumbuhan investor kripto.
“Selain itu, faktor lain seperti perkembangan teknologi blockchain dan regulasi yang semakin jelas juga memberikan kepercayaan bagi masyarakat untuk berinvestasi di aset kripto,” ujar Yudho.
Nilai Transaksi Kripto Turun di Januari 2024
Meskipun jumlah investor kripto terus meningkat, nilai transaksi kripto di Indonesia mengalami penurunan pada Januari 2024. Bappebti mencatat nilai transaksi kripto sebesar Rp 21,57 triliun pada Januari 2024, turun 20,8% dibandingkan dengan Desember 2023 (month-to-month/m-to-m) yang sebesar Rp 27,25 triliun.
Namun, jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya (year on year/yoy), nilai transaksi kripto di dalam negeri masih menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencapai 77,7%. Pada Januari 2023, nilai transaksi kripto hanya tercatat sebesar Rp 12,14 triliun.
“Penurunan nilai transaksi kripto pada Januari 2024 kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti koreksi harga Bitcoin dan beberapa aset kripto lainnya, serta situasi makroekonomi global yang tidak menentu,” kata Yudho.
Kenaikan harga Bitcoin yang terjadi pada bulan Februari kemungkinan telah memberikan dorongan positif terhadap nilai transaksi kripto selama periode tersebut.
Seiring dengan meningkatnya harga Bitcoin, para investor cenderung lebih aktif dalam melakukan transaksi, baik dalam bentuk jual maupun beli, yang kemungkinan telah mengimbangi atau bahkan mengatasi penurunan nilai transaksi yang terjadi pada bulan sebelumnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!