Jualan Kopi Keliling dengan Sepeda Pancal, Aisyah Tak Masuk Data Bansos

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Jumat, 4 September 2026 | 15:06 WIB
Bagikan
/

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui saluran WhatsApp Pendamping Sosial PKH Kecamatan Kencong, Yuli Pratiwi, mengatakan keluhan yang disampaikan oleh Siti Aisyah telah diterima dan ditindaklanjuti.

Menurut Yuli, pihaknya telah memberikan arahan kepada putra Aisyah untuk melakukan pengecekan dan pengajuan melalui aplikasi Cek Bansos.

“Untuk Bu Siti Aisyah sudah kami terima keluhannya dan sudah kami tindaklanjuti. Putranya Bu Siti Aisyah sudah kami arahkan untuk mendownload aplikasi Cek Bansos di Play Store beserta penjelasannya. Kami juga menyampaikan, apabila ada kesulitan bisa kembali lagi ke kantor,” ujar Yuli.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi proses pengecekan dan pemutakhiran data sesuai mekanisme yang berlaku.

Kisah Aisyah menjadi gambaran bahwa di balik sistem pendataan bantuan sosial, masih terdapat warga yang berharap kondisi kehidupannya benar-benar dilihat secara langsung.

Bagi Aisyah, bantuan bukan sekadar persoalan menerima atau tidak menerima bantuan pemerintah. Yang lebih penting, menurutnya, adalah memastikan bahwa data yang digunakan negara mampu menggambarkan kondisi masyarakat sebagaimana kenyataan yang mereka jalani.

Setiap hari, Aisyah tetap mengayuh sepeda pancalnya dan menjual kopi demi bertahan hidup. Di tengah roda sepeda yang terus berputar, ia menyimpan harapan sederhana: agar suatu hari nanti, data yang tercatat tentang dirinya tidak lagi berbeda dengan kehidupan yang benar-benar ia jalani.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.