Jualan Kopi Keliling dengan Sepeda Pancal, Aisyah Tak Masuk Data Bansos
VISI.NEWS – Setiap hari sejak pagi hingga siang, Siti Aisyah mengayuh sepeda pancal menyusuri sejumlah ruas jalan di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, untuk berjualan kopi.
Warga Desa Kencong tersebut menjalani usaha kopi keliling sejak 2020. Dengan perlengkapan sederhana, Aisyah menawarkan kopi kepada warga dan pekerja yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.
Sepeda pancal menjadi kendaraan sekaligus alat utama yang digunakan Aisyah untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup bersama putranya.
Namun, perjuangan mengayuh sepeda dari satu tempat ke tempat lain belum tentu menghasilkan pendapatan yang cukup. Dalam sehari, Aisyah terkadang hanya mampu menjual sekitar 10 gelas kopi. Kopi tersebut dijual dengan harga Rp3.000 hingga Rp3.500 per gelas.
Dengan jumlah penjualan tersebut,penghasilan yang diperoleh dari berjualan kopi keliling hanya berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu dalam sehari, sebelum dikurangi biaya yang diperlukan untuk menjalankan usaha.
Di tengah kondisi tersebut, Aisyah juga belum memiliki rumah sendiri dan masih harus tinggal di rumah kontrakan bersama putranya. Ia juga tidak memiliki kendaraan bermotor yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Kondisi itu menjadi sorotan karena Aisyah mengaku belum pernah menerima bantuan sosial secara rutin, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan pangan.
Ia mengaku hanya pernah mendapatkan bantuan satu kali. Bantuan tersebut, menurutnya, bukan berasal dari program bantuan rutin pemerintah, melainkan bentuk kepedulian dari ketua lingkungan yang mengetahui langsung kondisi kehidupannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!